Ilustrasi. (BP/Tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah pasien COVID-19 meninggal dunia masih menunjukkan adanya peningkatan. Yakni dengan adanya tambahan 4 orang meninggal dunia seperti yang tercatat, Kamis (3/9).

Menurut laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, tambahan korban jiwa berasal dari Denpasar 2 orang, Bangli 1 orang, dan Tabanan 1 orang.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, tambahan 4 pasien meninggal dunia seluruhnya laki-laki. “Pasien meninggal pertama, laki-laki berusia 81 tahun dari Tabanan,” ujarnya.

Baca juga:  Pembukaan Masa Kampanye, Ini Komitmen Paslon

Menurut Suarjaya, pasien ini sudah meninggal dunia 5 Agustus 2020 lalu. Jadi hampir sebulan lalu.

Sebelumnya, pasien masuk ke RSUD Tabanan pada 28 Juli 2020 dan hasil PCR positif diketahui 29 Juli 2020. “Pasien memiliki komorbid hipertensi,” imbuhnya.

Pasien kedua, lanjut Suarjaya, laki-laki berusia 62 tahun dari Denpasar. Pasien masuk ke RSUD Wangaya pada 13 Agustus 2020 dan diketahui positif COVID-19 pada 14 Agustus 2020.

Baca juga:  Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Bali Harus Siapkan Rp 700 M

“Pasien meninggal dunia 22 Agustus 2020. Selain positif COVID-19, juga memiliki komorbid hipertensi dan jantung,” jelasnya.

Suarjaya menambahkan, pasien ketiga adalah laki-laki berusia 78 tahun. Pasien dari Bangli ini sebelumnya masuk ke RSUD Bangli pada 19 Agustus 2020. Hasil PCR positif diketahui 20 Agustus 2020. “Pasien meninggal dunia 28 Agustus 2020 dan memiliki komorbid COPD,” terangnya.

Terakhir, Suarjaya menyebut pasien meninggal dunia adalah laki-laki berusia 63 tahun. Pasien yang meninggal dunia 2 September 2020 ini memiliki komorbid Acute Kidney Injury (AKI). “Pasien sebelumnya masuk ke RSBM pada 26 Agustus 2020. Hasil PCR positif, 27 Agustus 2020,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.