
NEGARA, BALIPOST.com – Kejadian kebakaran yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di Kabupaten Jembrana menunjukkan tren peningkatan. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya enam peristiwa kebakaran terjadi dengan dugaan awal berasal dari pembakaran sampah warga. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar kebakaran meluas hingga membakar lahan.
Peristiwa terbaru terjadi, pada Rabu (22/7) di tiga titik. Di desa Pohsanten, Pekutatan dan terbesar di lokasi penampungan sampah kawasan Wantilan Banjar Dangin Tukadaya, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana. Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 19.14 WITA dan menghanguskan lahan sampah seluas sekitar tiga are.
Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo AP, mengatakan selama sepekan terakhir sudah 7 kejadian kebakaran ditangani rerata merupakan pembakaran sampah. Bahkan dalam sehari Rabu (22/7) terjadi tiga kejadian. Termasuk di Dangintukaya petugas menerima laporan dari petugas desa dan Regu II Damkar langsung menuju lokasi setelah beberapa jam sebelumnya menangani kebakaran lahan di dua titik di Mendoyo dan Pekutatan.
“Petugas di Dangintukaya langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan proses pendinginan agar api tidak kembali menyala seluas 3 are. Penanganan berlangsung sekitar dua jam dengan mengerahkan dua unit armada pemadam,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, petugas meghabiskan sekitar 8.500 liter air, terdiri atas satu tangki berkapasitas 5.000 liter dan satu unit armada berkapasitas 3.500 liter. Sejauh ini kebakaran lahan tidak ada menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Berdasarkan keterangan pengelola sampah setempat, I Wayan Ardika (46), sekitar pukul 17.12 WITA, dirinya masih berada di lokasi untuk membersihkan area penampungan sampah dan saat itu belum terlihat adanya aktivitas pembakaran. Setelah pulang ke rumah, ia mendapat informasi dari seorang mangku Pura Prajapati bahwa lokasi tersebut terbakar. Ia kemudian meminta bantuan Polprades untuk menghubungi Mako Damkar.
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut. Eko mengungkapkan, rentetan kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir didominasi lahan dan tumpukan sampah yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan.
“Dalam sepekan terakhir sudah 7 kejadian kebakaran yang dipicu aktivitas pembakaran sampah. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah sembarangan, apalagi saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang karena api sangat mudah merambat,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga kebakaran tidak meluas ke permukiman maupun lahan di sekitarnya. Kondisi cuaca belakangan ini sangat berdampak dimana udara kering, dengan angin yang kencang. (Surya Dharma/balipost)









