Seorang warga berjalan di sekitar proyek penataan kawasan Simpang Suci, Denpasar, Jumat (17/7). Secara bertahap Pemerintah Kota Denpasar melakukan program penataan kawasan pusat kota. Pada tahap awal penataan tersebut dimulai dari kawasan Simpang Suci menuju Jalan Hasanuddin. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jalan Hasanuddin menjadi salah satu kawasan pusat Kota Denpasar yang disasar penataan tahun ini. Penataan jalan sepanjang 550 meter ini tidak hanya berfokus pada perbaikan jalur pendestrian, tetapi juga mempercantik kawasan melalui penataan furnitur jalan, lampu, ruang terbuka, hingga renovasi sejumlah ikon bersejarah.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Denpasar, Ida Ayu Trisuci Arnawati, saat diwawancarai Rabu (22/7) mengatakan, penataan meliputi pembangunan pedestrian baru, penataan street furniture, pemasangan lampu pedestrian, renovasi Patung Ida Cokorda Pemecutan, renovasi area Bale Kulkul Pemecutan, serta penataan Plaza Suci 1.

Baca juga:  Sempat Diamankan, Belasan Anak Punk Kembali Berulah

Dalam penataan ini, kata Trisuci, tetap mengedepankan keberadaan pohon-pohon perindang yang sudah tumbuh di sepanjang Jalan Hasanuddin. Seluruh pohon eksisting akan dipertahankan, sementara jalur pedestrian akan disesuaikan agar mengelilingi batang pohon sehingga tetap memberikan keteduhan bagi pengguna jalan.

Selain mempertahankan vegetasi yang ada, pohon tabebuya juga akan ditambahkan di sejumlah titik. Pohon tabebuya ini akan mempercantik tampilan kawasan.

Hal tersebut lantaran pohon tabebuya memiliki bunga yang berwarna yakni merah muda, kuning, putih, maupun ungu dan mampu berbunga lebat saat musim kemarau. Selain itu jenis tumbuhan ini juga tahan terhadap cuaca panas serta relatif mudah dalam perawatan sehingga menjadi pilihan.

Baca juga:  Pengaspalan Jalan di Kerobokan Picu Kemacetan

Dalam penataan ini, DPUPR juga akan memasang lampu penerangan pedestrian dengan desain yang mengangkat tema bunga jempiring sebagai bunga identitas Kota Denpasar. Ornamen jempiring tersebut dikemas dalam sentuhan desain modern dengan material logam casting sehingga diharapkan mampu memperkuat karakter kawasan sekaligus memperindah suasana pada malam hari.

Sementara itu, Plaza Suci yang berada di area pembatas persimpangan juga akan ditata ulang menggunakan motif Bebadungan dengan dominasi bata merah.

Baca juga:  Survei IKM Triwulan I 2026, RSUD Bali Mandara Raih Kategori Sangat Baik

“Penataan ini diharapkan menciptakan ruang publik yang lebih representatif sekaligus memperkuat unsur arsitektur dan budaya lokal dalam wajah baru kawasan Jalan Hasanuddin,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN