Ketua Umum KONI Bali, Nyoman Giri Prasta. (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali mulai menyiapkan langkah besar mewujudkan Bali sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada masa mendatang. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah menjadikan Kabupaten Bangli sebagai Sport Center terbesar di Bali dengan fasilitas olahraga berstandar internasional.

Ketua Umum KONI Bali, Nyoman Giri Prasta, menegaskan pembangunan Sport Center di Bangli merupakan arahan langsung Pemerintah Provinsi Bali sebagai pusat pengembangan olahraga di Pulau Dewata.

“Arahan Bapak Gubernur Bali, kawasan di Kabupaten Bangli akan menjadi salah satu Sport Center untuk Provinsi Bali,” ujar Giri Prasta saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali 2026, Selasa (21/7).

Baca juga:  Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta

Menurutnya, komitmen pembangunan kawasan olahraga tersebut sudah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Badung bahkan mengucurkan dukungan dana lebih dari Rp30 miliar untuk mempercepat pengembangan fasilitas olahraga di Bangli.

“Ketika saya menjadi Bupati Badung, kami mendukung penuh Sport Center di Bangli. Bahkan Kabupaten Badung membantu lebih dari Rp30 miliar. Harapan kami, venue-venue berstandar internasional benar-benar dapat terwujud di Bali,” katanya.

Giri Prasta menegaskan, pembangunan Sport Center Bangli bukan sekadar proyek infrastruktur olahraga. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kejuaraan nasional hingga internasional sekaligus menjadi modal utama Bali untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah PON pada masa mendatang.

Baca juga:  Anaknya “Dijos” Dua Kali, Ortu Lapor ke Polisi

Ia optimistis peluang itu terbuka setelah penyelenggaraan PON di Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur, kemudian Lampung dan Banten. “Harapan kami, setelah PON NTB-NTT, kemudian Lampung dan Banten, berikutnya Bali dapat mengajukan diri sebagai tuan rumah PON,” tegasnya.

Selain Bangli, KONI Bali juga terus mendorong peningkatan kualitas venue olahraga di daerah lain. Salah satunya dengan mendampingi pembangunan kolam renang berstandar olimpik di Kabupaten Gianyar agar memenuhi standar internasional.

Di sisi lain, GOR Ngurah Rai Denpasar yang menjadi ikon olahraga Bali juga masuk dalam prioritas revitalisasi sebelum 2029. Penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pembaruan lapangan olahraga sesuai standar internasional, pembangunan lintasan atletik delapan lajur, penambahan area komersial dan UMKM, hingga pembangunan tribun yang lebih representatif.

Baca juga:  Karya Ngusaba Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur Digelar Hingga 1 Oktober

“GOR Ngurah Rai merupakan ikon sejarah olahraga Bali. Karena itu kami mengusulkan kepada Bapak Gubernur agar penataannya menjadi prioritas,” ujar Giri Prasta.

Ia menepis anggapan bahwa konsep revitalisasi GOR Ngurah Rai akan meniru Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, yang menjadi prioritas adalah menghadirkan fasilitas olahraga yang modern, nyaman, dan memenuhi standar internasional sehingga mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus penyelenggaraan event olahraga berskala besar di Bali. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN