Suasana persiapan rapan koordinasi KONI Bali bersama KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah, menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII/2027. (BP/suk)

DENPASAR, BALIPOST.com – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII/2027 terus dimatangkan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali menggelar rapat koordinasi bersama KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Bali, Senin (22/6), dipimpin Sekretaris Umum KONI Bali, Jagra Sunu, didampingi Wakil Ketua Umum I Maryoto Subekti, Wakil Ketua Umum II, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Kepala Bidang Organisasi, serta Kepala Bidang Hukum dan Etika KONI Bali.

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari serangkaian koordinasi yang dilakukan guna memantapkan kesiapan Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali XVII/2027.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Porprov Bali XVII akan mempertandingkan 53 cabang olahraga resmi, ditambah lima cabang olahraga yang sebelumnya telah tampil sebagai cabang ekshibisi dan sedang menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Delegasi KONI Buleleng yang dipimpin Ketua Harian Putu Nova Anita Putra bersama Sekretaris Umum dan jajaran Binpres memaparkan perkembangan kesiapan venue yang akan digunakan untuk seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.

Baca juga:  Bulan Bung Karno 2024, Momen Sosialisasikan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan ke Generasi Milenial

Nova menjelaskan, lokasi pertandingan akan tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Buleleng yang dinilai memenuhi standar penyelenggaraan event olahraga tingkat provinsi.

“Venue yang digunakan sebagian besar memanfaatkan fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta sejumlah sarana olahraga yang dimiliki lembaga pendidikan dan pihak swasta,” ujarnya.

Menurut Nova, Buleleng berkomitmen penuh menyukseskan Porprov Bali 2027 sebagai wadah pembinaan atlet menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB dan NTT melalui babak kualifikasi.

Namun demikian, terdapat satu cabang olahraga yang masih menjadi perhatian, yakni selancar ombak. Kondisi gelombang di sejumlah pantai di wilayah Buleleng dinilai belum memenuhi standar untuk penyelenggaraan kompetisi resmi.

Karena itu, pihak tuan rumah berencana berkoordinasi dengan kabupaten penyangga seperti Badung dan Tabanan untuk menyediakan lokasi perlombaan yang lebih ideal.

Baca juga:  Kodrat dan Cricket Bali Solid Dukung Giri Prasta Pimpin KONI Bali 2026–2030

“Kami sebenarnya ingin seluruh cabang olahraga prestasi bisa dipertandingkan di Buleleng. Namun demi kualitas dan keselamatan pertandingan, khusus untuk selancar ombak kemungkinan akan dialihkan ke kabupaten penyangga yang memiliki kondisi ombak lebih memadai,” tegas Nova.

Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bali, Tri Candra Arka, memberikan sejumlah masukan terkait efisiensi penggunaan venue. Ia menyarankan agar jadwal pertandingan diatur secara optimal sehingga satu venue dapat dimanfaatkan oleh dua hingga tiga cabang olahraga secara bergantian.

Selain membahas kesiapan teknis pertandingan, rapat juga menyoroti proses penentuan logo dan maskot Porprov Bali XVII/2027. KONI Bali berencana membuka sayembara kepada masyarakat untuk mendapatkan desain terbaik yang mampu merepresentasikan semangat olahraga dan identitas Buleleng sebagai tuan rumah.

Kepala Bidang Organisasi KONI Bali, Anak Agung Mahadipta, mengusulkan agar masa sayembara diperpanjang hingga dua sampai tiga bulan guna memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat dan para desainer untuk berpartisipasi.

Baca juga:  Hari Keenam Pencarian, Ada Dua Jasad Non-manifes KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga mengungkapkan petunjuk awal (clue) maskot yang tengah digodok KONI Buleleng, yakni “Singa Ambara Raja”, yang merupakan hasil pembahasan internal pengurus dan telah mendapat arahan dari Ketua Umum KONI Buleleng.

Wakil Ketua Umum I KONI Bali, Maryoto Subekti, menegaskan bahwa rapat koordinasi serupa akan terus dilakukan secara berkala hingga pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) KONI Bali pada pertengahan Juli 2026.

“Koordinasi yang intensif sangat penting agar seluruh aspek penyelenggaraan dapat dirumuskan secara matang. Target kita jelas, yakni menghadirkan Porprov Bali XVII/2027 yang sukses, berkualitas, dan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik Bali,” ujar Maryoto.

Dengan kesiapan venue yang terus dimatangkan, dukungan pemerintah daerah, serta sinergi antara KONI Bali dan KONI Buleleng, Porprov Bali XVII/2027 di Bumi Saksi Buleleng diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan prestasi olahraga Bali menuju level nasional. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN