
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kontingen cabang olahraga menembak Kabupaten Buleleng menunjukkan performa menjanjikan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Bertanding menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Bali, skuad Buleleng berhasil membawa pulang total delapan medali yang terdiri dari dua emas, dua perak, dan empat perunggu.
Dua medali emas menjadi pencapaian tertinggi yang diraih atlet Buleleng. Prestasi tersebut dipersembahkan oleh Putu Yuri Devina Setiawan pada nomor Air Pistol Putri tingkat SMA serta Aiko Adelia Triyanijaya yang tampil gemilang pada nomor Air Pistol Putri tingkat SMP.
Sementara itu, dua medali perak berhasil diamankan melalui penampilan Naura Arshifa Sakhi pada nomor ARH Pompa SD Putri. Tambahan medali perak lainnya datang dari nomor Air Pistol Mix yang diperoleh pasangan Putu Yuri Devina Setiawan bersama Komang Restu.
Tidak hanya itu, atlet-atlet muda Buleleng juga menyumbangkan empat medali perunggu. Raihan tersebut berasal dari pasangan Kadek Gesia Diah Pradnyani dan Kadek Dika Wiguna pada nomor Air Pistol Mix.
Kemudian I Made Dwijesvara Wijaya Nanda pada nomor Air Rifle SMP Putra, Kadek Anggun Diksarista pada nomor Air Rifle SMA Putri, serta Kadek Ari Cipta Nugraha pada nomor Air Pistol SMP Putra.
Sekretaris Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kabupaten Buleleng, Komang Andre, mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Bali tersebut.
“Terima kasih atas kerja keras, disiplin, semangat, dan perjuangan yang telah ditunjukkan pada saat latian dan di setiap pertandingan. Perolehan medali adalah hasil dari proses latihan yang panjang dan dedikasi disiplin yang luar biasa, “jelasnya dikonfirmasi Kamis (11/6).
Menurutnya, capaian yang berhasil diraih para atlet tidak datang secara instan. Kesuksesan tersebut merupakan buah dari latihan berkelanjutan, konsistensi, serta komitmen tinggi dalam menjalani pembinaan olahraga menembak.
Andre juga mendorong para atlet yang berhasil naik podium agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diraih saat ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk menorehkan pencapaian yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
“Bagi yang belum berhasil meraih medali, jangan berkecil hati. Kegagalan hari ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan. Tetap belajar, tetap berlatih, tetap semangat, terus belajar dari pengalaman, dan percayalah usaha yang konsisten akan tidak menghianati hasil pada kesempatan berikutnya, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Andre menjelaskan bahwa Porjar Bali 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus tahapan awal dalam menyiapkan kekuatan Buleleng menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
“Kita mulai mengasah dan meningkatkan kemampuan, satu momentum di ajang Porjar ini untuk menyiapkan atlet pada Porprov Bali di tahun 2027,” kata dia. (Nyoman Yudha/balipost)










