
SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim Voli Indoor Putra Buleleng tingkat SMA/SMK kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan bola voli pelajar di Bali. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026, skuad Buleleng sukses membawa pulang medali perak setelah menuntaskan laga final, Rabu (10/6).
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan bola voli pelajar di Kabupaten Buleleng. Hasil tahun ini sekaligus menandai peningkatan prestasi dibandingkan Porjar Bali 2025, saat tim putra hanya mampu finis dengan raihan medali perunggu.
Perjalanan menuju partai puncak tidak berlangsung mudah. Sejak babak awal, para pemain Buleleng sudah harus menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas merata.
Pelatih Tim Voli Indoor Putra Buleleng, Gede Angkat Sastrawan dihubungi Jumat (12/6) mengakui bahwa ketatnya persaingan sudah terasa sejak pertandingan pertama.
Pada pertandingan final, tim Buleleng sempat membuat tuan rumah Badung berada dalam tekanan. Bahkan, skuad asal Bali Utara itu berhasil mengamankan satu set dan memaksa pertandingan berjalan lebih kompetitif.
“Sebenarnya pertandingan berat sudah dimulai dari babak awal, karena semua tim memiliki kualitas yang kuat. Siapa yang memiliki mental lebih kuat dan mampu mengatur ritme permainan, dialah yang akan memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Meski demikian, Badung mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1.
Dalam laga tersebut, Kadek Dharma Wijaya atau yang akrab disapa Obama tampil sebagai salah satu motor serangan Buleleng. Sejumlah pukulan keras yang dilepaskannya beberapa kali menghasilkan angka penting dan menjaga asa tim untuk terus memberikan perlawanan.
Di balik keberhasilan meraih medali perak, para atlet dan pelatih ternyata harus berjuang menghadapi berbagai keterbatasan selama masa persiapan. Program latihan yang dirancang tidak selalu berjalan sesuai harapan karena faktor fasilitas dan kondisi yang dihadapi tim.
“Upaya kami selama latihan dari awal sangat minim mengingat tempat dan situasi yang kami alami. Namun berkat tekad, perjuangan para atlet, serta kerja keras seluruh pelatih, kami mampu melewati masa-masa latihan meskipun banyak rintangan yang dihadapi,” katanya.
Menurut Gede Angkat, kekuatan teknik dan fisik saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan di level Porjar Bali. Faktor mental justru menjadi pembeda saat menghadapi tim-tim dengan kualitas yang hampir seimbang.
“Semua lawan berat. Namun yang paling berat adalah bagaimana menjaga mental saat menghadapi lawan-lawan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Buleleng, Putu Mangku Mertayasa, memberikan apresiasi atas kerja keras atlet maupun jajaran pelatih yang berhasil membawa nama Buleleng menembus final dan meraih medali perak.
“Tentunya saya bangga dengan prestasi yang diraih oleh atlet-atlet kita. Sebenarnya event Porjar ini merupakan warming up sekaligus potret kekuatan kita menuju Porprov 2027,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil yang dicapai saat ini menjadi gambaran bahwa pembinaan bola voli di Buleleng berada pada jalur yang tepat. Terlebih lagi, Kabupaten Buleleng akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
“Astungkara ke depan emas menjadi milik kita. Semua kabupaten merupakan lawan yang cukup berat, namun dengan tekad serta dukungan masyarakat Buleleng saat Porprov dilaksanakan di Buleleng, kami yakin bisa menjadi juara,” kata dia. (Nyoman Yudha/balipost)










