Layanan mobil keliling Bapenda Denpasar untuk pembayaran PBB P2 di Pasar Desa Adat Ubung. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Layanan jemput bola untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) dinilai sangat efektif. Terlebih jelang masa berakhirnya pembayaran salah satu objek pajak tersebut pada akhir Agustus nanti. Selain memberi kemudahan pelayanan untuk masyarakat, jemput bola ini juga dinilai mampu memaksimalkan pendapatan.

Salah satu layanan jemput bola tersebut berlangsung di Pasar Desa Adat Ubung, Selasa (21/7). Selain terdapat mobil keliling pelayanan pajak oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga nampak layanan Bank BPD Bali dalam lokasi tersebut.

Baca juga:  Bapenda Kota Denpasar Tutup Sementara Layanan PBB-P2 dan BPHTB, Cek Jadwalnya

Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adi Mertha didampingi Sekretaris Bapenda I Dewa Gede Rai mengatakan, dengan adanya layanan jemput bola ke desa atau kelurahan ini, mampu mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Masyarakat kan jadi tidak harus dagang ke Bapenda atau bank untuk membayar pajak. Jadi kita mendatangi langsung melalui koordinasi dengan desa/keluarahan,” katanya.

Pada layanan mobil keliling Bapenda ini, masyarakat kata dia hanya tinggal membawa SPT PBB atau nomor NOP yang langsung bisa dilayani. Terlebih pada saat yang sama sudah disertai layanan oleh Bank BPD Bali sehingga pembayaran pajak langsung bisa dilakukan.

Baca juga:  Pegawai Bapenda Badung Pakai Masker, Ada Apa?

“Ini pelayanan di sana kita langsung menggandeng BPD Bali. Jadi masyarakat kalau ada yang mau bayar langsung kita berikan pelayanan,” katanya.

Layanan jemput bola ini, kata Gus Alit panggilan akrabnya, sangat efektif. Masyarakat bisa lebih mudah melakukan pembayaran pajak, terlebih mereka yang memiliki kesibukan yang padat, akan merasa lebih diringankan. “Agar tidak sampai telat nanti, batas waktunya hingga 31 Agustus. Kalau telat, itu kan kena denda,” jelasnya.

Baca juga:  Kelurahan di Denpasar Ini Kembali Tambah Korban Jiwa COVID-19

Pelayanan jemput bola ini kata Gus Alit sudah berlangsung sejak April lalu yang bergilir menyasar 43 desa/keluarahan di Kota Denpasar. Bapenda telah membuat jadwal terlebih dahulu yang juga menyesuaikan dengan kesiapan desa/kelurahan masing-masing. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN