Petugas melakukan vaksinasi dan eliminasi tertaget pasca temuan kasus rabies (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli menyatakan bahwa anjing yang menggigit tiga warga pada Senin (13/7) lalu, positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. Menyikapi hasil tersebut, Dinas PKP Bangli telah mengambil tindakan di lapangan guna mengantisipasi perluasan sebaran virus rabies.

Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mengatakan, pasca temuan kasus rabies ini pihaknya telah melakukan langkah penanganan di lapangan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan rabies. “Upaya yang sudah kita lakukan tadi vaksinasi dan eliminasi selektif tertarget,” ungkapnya, Rabu (15/7).

Baca juga:  KPU Bali Tunggu Ketentuan Lanjutan Opsi Penundaan Pilkada Serentak

Tindakan tersebut dilakukan di wilayah lingkungan Sedit, Kelurahan Bebalang. Langkah eliminasi selektif difokuskan hanya pada anjing yang diduga sempat kontak dengan anjing rabies tersebut.

Temuan kasus di Kelurahan Bebalang ini menambah panjang daftar kasus rabies di Kabupaten Bangli sepanjang tahun ini. Sarma menyebutkan dari 129 kasus gigitan yang diambil sampelnya untuk diperiksa, 28 diantaranya dinyatakan positif rabies. Angka tersebut terhitung sejak Januari hingga Juli 2026.

Baca juga:  PKB XLVII Ditutup Sabtu Ini, FSBJ Ke-7 Siap Digelar

Sebagaimana yang diketahui kasus gigitan anjing kembali terjadi di Bangli. Kali ini, sebanyak tiga orang dilaporkan menjadi korban gigitan, di mana salah satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa gigitan anjing tersebut terjadi pada Senin (13/7) sore. Kasus gigitan pertama terjadi di wilayah LC Uma Aya, Lingkungan Sedit, Kelurahan Bebalang. Anjing menyerang Ni Luh Pitriani, istri dari Kepala Lingkungan Sedit, I Made Sujana Arta. Korban digigit di lengan kanannya.

Baca juga:  8 Kasus Positif Baru di Bali, Mayoritas Imported Case

Usai menyerang Pitriani, anjing tersebut diketahui melarikan diri ke arah Kelurahan Kawan. Di wilayah tersebut anjing itu menyerang dua orang salah satunya turis perempuan asal Tiongkok yang sedang berada di depan toko modern seberang RSUD Bangli.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma dikonfirmasi membenarkan adanya warga yang menjadi korban gigitan anjing. Korban telah mendapat penanganan medis. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN