
DENPASAR, BALIPOST com – Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat ada 4 anjing positif rabies pada tahun ini. Di lain sisi, vaksinasi rabies di bawah 50 persen dari target.
Tercatat, ada 39.074 ekor anjing sudah tervaksinasi hingga akhir Juni ini. Angka tersebut mencapai 46,31 persen dari target capaian vaksin.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi saat diwawancarai, Sabtu (27/6) mengatakan, target vaksinasi rabies tahun ini mencapai 92,65 persen dari total populasi. Adapun total populasi anjing di Denpasar saat ini mencapai 84.369 ekor.
Ia menjelaskan, keberadaan anjing liar menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian rabies di perkotaan. Selain sulit dijangkau, mobilitas anjing liar yang tinggi berpotensi memperluas penyebaran virus.
Distan Denpasar kini mengintensifkan strategi jemput bola melalui vaksinasi door to door, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, termasuk memastikan vaksinasi rutin.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) serta menghindari kontak dengan anjing liar.
Terkait kasus anjing positif rabies di Denpasar, Suparmi mengatakan, hingga Juni 2026 terdapat 4 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hingga bulan Mei 2025 lalu sudah ditemukan 10 ekor anjing yang positif rabies.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kota Denpasar, A.A. Gde Bayu Brahmasta, mengimbau masyarakat mempelajari sifat anjing. Ia meminta agar tak memberi makan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk menekan gigitan anjing di Denpasar. “Kami minta agar tak memberi makanan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Misalkan di depan warung, kita harus mempelajari sifat anjing,” katanya.
Ia juga mengatakan, masih ada kebiasaan warga yang membuang anak anjing ke pantai maupun tempat sepi. Sehingga anjing tersebut akan menjadi anjing liar dan berpotensi menyebarkan rabies. Pihaknya mengimbau masyarakat tak membuang anak anjing. (Widiastuti/balipost)










