Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore (14/7) ditutup naik tipis seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

IHSG menguat 1,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.039,52. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,48 poin atau 0,58 persen ke posisi 598,89.

“IHSG lanjutkan penguat yang ditopang seiring terkonfirmasinya dari S&P Global Ratings yang mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Nico mengatakan, outlook stabil dari S&P Global Ratings mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Baca juga:  Satu Zona Orange Bertambah 2 Digit, Juga Korban Jiwa COVID-19

“Rating outlook stabil itu menunjukkan bagaimana terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” ujar Nico.

Nico melanjutkan, keyakinan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tantangan eksternal, memberikan sinyal positif bahwa perekonomian nasional dinilai masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global.

“Tetap dipertahankannya peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil juga menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter,” ujar Nico.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia dan global tertekan setelah janji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberlakukan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz.

Hal itu membuat pelaku pasar terus memantau meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, setelah AS memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan Trump mengumumkan pungutan 20 persen pada kargo yang melewati Selat Hormuz, yang menaikkan harga minyak dan menekan sentimen risiko global.

Baca juga:  Dipergoki Korban, Empat Perampok Gagal Beraksi

Selain itu, Trump juga menyatakan secara gamblang bahwa AS akan menjadi penjaga bagi Selat Hormuz.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,66 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,22 persen dan 1,20 persen.

Baca juga:  Proyek Perkemahan di Dekat Pura Goa Lawah Belum Urus KKPR

Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun paling dalam sebesar 1,21 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JELI, KONI, KIOS, HBAT dan COCO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.710.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,05 miliar lembar saham senilai Rp16,53 triliun. Sebanyak 439 saham naik, 217 saham menurun dan 309 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 0,75 persen ke 67.750,00, indeks Shanghai menguat 1,36 persen ke 3.967,13, indeks Hang Seng menguat 0,52 persen ke 24.340,73, dan indeks Strait Times menguat 0,43 persen ke 5.493,67. (kmb/balipost)

BAGIKAN