Ratusan krama Desa Adat Bitera antusias mengikuti prosesi tradisi Maprani yang merupakan rangkaian dari Piodalan di Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Bitera, Kecamatan Gianyar. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ratusan krama Desa Adat Bitera antusias mengikuti prosesi tradisi Maprani yang merupakan rangkaian dari piodalan di Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Bitera, Kecamatan Gianyar, Sabtu (11/7) sore. Proses berjalan lancar, dibantu pengamanan dari aparat keamanan dari TNI, Polri, dan Pecalang.

Prosesi Maprani kali ini diawali dari Balai Banjar Roban Bitera menuju Pura Puseh dan Pura Desa dengan melintasi Jalan Mahendradata. Sekitar 500 krama Banjar Roban terlibat langsung dalam upacara ini. Terlihat kaum ibu-ibu PKK Banjar Roban dengan penuh khidmat mengusung banten prani, diiringi sarana upakara seperti tedung, lelontek, tombak, serta semarak alunan gamelan baleganjur.

Baca juga:  MA Perpanjang Penahanan Sudikerta

Mengingat iring-iringan warga yang cukup panjang dan melintasi jalur utama, personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pecalang sigap melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., menegaskan bahwa jajaran Polsek Gianyar berkomitmen penuh untuk selalu hadir mengawal setiap aktivitas masyarakat, terutama kegiatan yang berkaitan dengan adat dan keagamaan.

Baca juga:  Pecalang dan Warga di Bulian Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Kehadiran personel Polri yang bersinergi dengan TNI dan Pecalang merupakan wujud nyata pelayanan kami kepada masyarakat agar setiap ritual adat dapat berjalan aman dan lancar. Sinergitas yang kokoh ini menjadi kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Gianyar,” pungkas Kompol Made Adi Suryawan. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN