Beberapa pekerja mengangkut beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang telah dikemas di Gudang Bulog Distribution Center Sempidi, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Bali mencatat jumlah cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 11.464.157 kilogram atau 11.464 ton. Jumlah tersebut diklaim mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan hingga program lainya pada Juli ini.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Bali, Simon Melkisedek Lakapu saat dikonfirmasi, Jumat (10/7) mengaku, telah melakukan berbagai langkah persiapan dalam upaya penyaluran bantuan pangan. Mulai dari memastikan kualitas beras, kesiapan armada distribusi, hingga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Baca juga:  Bulog Telah Serap 86.813 Ton Beras

“Stok PSO (Public Service Obligation) yang kami kuasai sampai dengan saat ini yaitu sekitar 11 juta ton untuk di Provinsi Bali. Dengan kesiapan tersebut, kami optimistis penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Perum Bulog dikatakanya, berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan stok yang memadai dan sistem distribusi yang telah dipersiapkan secara optimal, masyarakat di Provinsi Bali diharapkan dapat menerima Bantuan Pangan secara tepat waktu sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.

Baca juga:  Marak Kasus Sadis Libatkan WNA, Polda Bali Tingkatkan Pengawasan di Sektor Pariwisata

Sebelumnya, Simon mengatakan, Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Kantor Wilayah Bali untuk memastikan kesiapan stok CBP dalam mendukung penyaluran Bantuan Pangan alokasi bulan Juli 2026. Kunjungan dipusatkan di Kompleks Pergudangan Sempidi, Kabupaten Badung, Bali sebagai salah satu sentra penyimpanan beras pemerintah di Provinsi Bali.

Peninjauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kondisi gudang, kualitas beras, kecukupan stok, penerapan standar penyimpanan, hingga kesiapan sarana dan prasarana distribusi. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Rayakan Hari Kesehatan Nasional, Amarta Detox Gelar Kegiatan "Mindfulness" Komprehensif
BAGIKAN