Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar menggencarkan program vaksinasi rabies di Wilayah Desa Ketewel. (BP/istimewa)

 

GIANYAR, BALIPOST.com – Guna mengantisipasi dan memutus rantai penyebaran penyakit rabies, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar menggencarkan program vaksinasi rabies massal secara serentak. Kegiatan yang menyasar 15 banjar di wilayah Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini dijadwalkan berlangsung selama periode 6 hingga 15 Juli 2026.

Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gianyar, Wayan Suarta, Jumat (10/7) mengatakan, tim vaksinator dari Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar turun langsung ke banjar-banjar untuk memberikan pelayanan suntikan vaksin rabies gratis kepada hewan peliharaan milik warga, khususnya anjing dan kucing.

Baca juga:  Badung Gencarkan Vaksinasi Rabies

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Sejak pagi, warga berbondong-bondong membawa hewan kesayangan mereka ke lokasi vaksinasi untuk didata oleh petugas sebelum diberikan tindakan penyuntikan.

“Kesadaran dan partisipasi aktif warga ini menjadi bukti nyata adanya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman virus rabies,” ucap Wayan Suarta.

Demi memastikan kelancaran program pemerintah ini, Bhabinkamtibmas Desa Ketewel, Aiptu I Kadek Sipin Wijaya, hadir langsung melaksanakan pengamanan serta monitoring di sejumlah titik banjar pelaksanaan vaksinasi. Kehadiran personel Polri di lapangan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Baca juga:  Filosofi Hanoman dan Vaksinasi di Zona Hijau

Diharapkan, melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar, petugas kesehatan hewan (tim vaksinator), Polri, serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat, upaya pengendalian dan percepatan penanganan rabies di Kabupaten Gianyar dapat berjalan optimal. Dengan demikian, dapat tercipta lingkungan desa yang sehat, aman, serta benar-benar bebas dari ancaman bahaya rabies. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN