
SINGASANA, BALIPOST.com – Perumda Sanjayaning Singasana memperkuat perannya sebagai penyangga hasil panen petani. Setiap bulan, perusahaan daerah milik Pemkab Tabanan itu mampu menyerap 270 hingga 300 ton beras produksi petani lokal.
Penyerapan ini juga upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin pemasaran hasil panen petani.
Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiharta, mengatakan beras yang diserap berasal dari petani di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Seluruh beras tersebut kemudian didistribusikan kembali untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor di Bali. “Rata-rata sebulan kami menyerap 270 sampai 300 ton beras. Kami memang utamakan beras dari petani lokal Tabanan,” ujarnya.
Menurutnya, beras tersebut dipasarkan ke hotel dan restoran, toko modern, outlet, kebutuhan ASN, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program penyerapan itu diharapkan memberi kepastian pasar bagi petani sehingga mereka tidak kesulitan menjual hasil panen. Di sisi lain, kebutuhan beras lokal untuk berbagai sektor juga tetap terpenuhi.
Namun, saat ini Perumda Sanjayaning Singasana baru dapat menyerap beras dan belum menerima gabah dari petani. Kondisi itu disebabkan belum tersedianya Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi yang dapat mengolah gabah menjadi beras. “Untuk gabah belum bisa kami serap karena fasilitas RMU belum tersedia,” jelas Pasek.
Program penyerapan beras ini merupakan bagian dari kebijakan terpadu Pemkab Tabanan dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebelumnya, Dinas Pertanian juga telah menyalurkan bantuan benih padi puluhan ton kepada kelompok subak di lahan ratusan hektare guna meningkatkan produksi pertanian daerah.(Puspawati/balipost)










