Penjaga gawang Timnas Norwegia Orjan Nyland (dua kanan), bersama rekan setimnya usai mengalahkan Timnas Brasil 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. (BP/Dok. fifa.com)

JAKARTA, BALIPOST.com – Norwegia menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan menumbangkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026. Di balik kemenangan bersejarah itu, dua sosok menjadi pahlawan utama, yakni penjaga gawang Orjan Nyland dan striker tajam Erling Haaland, yang membawa negara Skandinavia tersebut melangkah ke perempat final.

Sebelum pertandingan, Brasil yang merupakan juara dunia lima kali dan tampil untuk ke-23 kalinya di Piala Dunia dijagokan melaju dengan mudah. Namun, skenario yang disusun pelatih Stale Solbakken justru menghadirkan akhir yang berbeda. Norwegia tampil disiplin, efektif, dan sukses menyingkirkan salah satu raksasa sepak bola dunia.

Kiper Orjan Nyland menjadi benteng kokoh di bawah mistar gawang. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu melakukan empat penyelamatan penting, termasuk menggagalkan eksekusi penalti Bruno Guimaraes pada babak pertama yang menjadi titik balik pertandingan.

Baca juga:  Susunan Pemain dalam Laga Brasil vs Maroko, Neymar Absen Akibat Cedera

“Sangat sulit menggambarkan perasaan ini. Ini adalah perasaan terbaik yang pernah saya rasakan,” ujar Nyland, dilansir dari laman resmi FIFA.

“Kami tahu kami datang sebagai tim yang tidak diunggulkan. Kami sadar pertandingan ini akan sangat sulit, tetapi kami percaya bisa mengalahkan Brasil. Sekarang kami berhasil melakukannya dan itu terasa luar biasa.”

Nyland mengungkapkan keberhasilannya menepis penalti bukan terjadi secara kebetulan. Ia mengaku telah melakukan persiapan matang bersama tim pelatih, analis, dan pelatih mental sebelum menghadapi para penendang Brasil.

“Semua ini berkat persiapan. Saya mempelajari para penendang Brasil bersama pelatih mental, analis, dan pelatih kiper. Ketika mampu menepis penalti itu, saya merasa kami masih memiliki peluang untuk menang. Namun, momen terbaik tetap ketika peluit panjang dibunyikan,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, Erling Haaland kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Dua gol yang dicetaknya ke gawang Brasil memastikan kemenangan Norwegia sekaligus mengukir rekor baru.

Baca juga:  Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara

Striker berusia 25 tahun itu kini menjadi pemain pria pertama sejak legenda Jerman Barat, Gerd Muller, pada Piala Dunia 1970 yang mampu mencetak tujuh gol hanya dalam empat penampilan pertamanya di ajang Piala Dunia.

“Begitulah biasanya terjadi. Jika saya mendapatkan satu atau dua peluang, biasanya itu akan menjadi gol. Saya tidak tahu bagaimana caranya, tetapi memang seperti itulah,” ujar Haaland.

Ia menambahkan bahwa kunci keberhasilannya adalah menjaga fokus sepanjang pertandingan dan selalu percaya peluang akan datang.

“Saya selalu meyakinkan diri sendiri bahwa kesempatan itu pasti datang. Ketika bola masuk ke gawang, rasanya seperti anugerah dari Tuhan. Ini sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar kemenangan, Haaland berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Norwegia untuk bermimpi besar bersama tim nasional.

Baca juga:  10 Balon Kembalikan Formulir ke PSSI

“Saya ingin semua anak muda yang menyaksikan pertandingan ini percaya bahwa membela Norwegia adalah kebanggaan terbesar dalam hidup. Hari ini adalah salah satu hari paling bersejarah bagi negara kami. Semua orang di Norwegia harus merayakannya dan menikmati momen ini,” tutur Haaland.

Kemenangan atas Brasil menjadi tonggak bersejarah bagi Norwegia. Selain mematahkan dominasi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia, hasil ini juga mengantarkan mereka ke babak perempat final dengan penuh kepercayaan diri.

Kini, duet gemilang Nyland di bawah mistar dan Haaland di lini depan membawa harapan baru bagi Norwegia untuk terus menulis kisah dongeng di Piala Dunia 2026. Setelah menumbangkan Brasil, mimpi besar mereka untuk melangkah lebih jauh bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah kenyataan yang semakin dekat. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN