
JAKARTA, BALIPOST.com – Norwegia dan Pantai Gading akan saling berhadapan dalam duel hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Rabu (1/7) pukul 00.00 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung sengit, dengan sorotan tertuju kepada striker tajam Erling Haaland yang menjadi senjata utama The Lions dalam memburu tiket ke 16 besar.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, dipastikan kembali menurunkan komposisi terbaiknya setelah sengaja mengistirahatkan sebagian besar pemain inti saat menghadapi Prancis pada laga terakhir Grup I. Ketika itu Solbakken mengganti 10 pemain starter karena tiket ke fase gugur sudah berada di tangan timnya.
Kini Haaland, Martin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Antonio Nusa siap kembali memimpin lini serang Norwegia menghadapi pertahanan tangguh Pantai Gading, dilansir dari Kantor Berita Antara.
Haaland datang ke pertandingan ini dengan performa luar biasa. Striker Manchester City tersebut telah mengoleksi empat gol dari dua pertandingan, masing-masing dua gol ke gawang Irak dan Senegal.
Apabila kembali mencetak minimal dua gol ke gawang Pantai Gading, Haaland berpeluang menjadi pemain pertama dalam 72 tahun terakhir yang mencetak lebih dari satu gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Catatan itu terakhir ditorehkan legenda Hungaria, Sandor Kocsis, pada Piala Dunia 1954.
Selain memburu rekor bersejarah, Haaland juga berpeluang menyamai bahkan melampaui koleksi gol Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Keberhasilan Haaland tak lepas dari racikan taktik Solbakken yang membangun permainan untuk memaksimalkan ketajaman sang bomber. Formasi 4-3-3 maupun 4-4-2 yang diterapkan memberi ruang luas bagi Haaland, sementara Odegaard dan Sorloth berperan sebagai kreator serangan.
Di lini tengah, Odegaard akan ditempatkan di sisi kanan, Fredrik Aursnes di kiri, serta Sander Berge sebagai penyeimbang. Sementara duet Torbjorn Heggem dan Kristoffer Ajer menjadi benteng pertahanan yang juga berperan mengawali serangan melalui umpan-umpan panjang.
Meski demikian, Norwegia dipastikan tidak akan mudah menembus pertahanan Pantai Gading yang tampil disiplin sepanjang fase grup.
Tim berjuluk Si Gajah itu hanya kebobolan dua gol dan dua kali mencatat clean sheet. Pelatih Emerse Fae membangun tim dengan organisasi pertahanan yang solid, kekuatan fisik, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Menariknya, karakter permainan Pantai Gading dinilai mirip dengan Senegal, lawan yang berhasil dikalahkan Norwegia 3-2 di fase grup. Pengalaman tersebut diyakini menjadi bekal penting bagi Solbakken untuk kembali membongkar pertahanan tim asal Afrika itu.
Secara statistik, Pantai Gading juga tidak kalah mengesankan. Mereka membukukan 1.564 umpan, lebih banyak dibanding Norwegia yang mencatat 1.357 umpan. Intensitas pressing Si Gajah juga lebih tinggi dengan 805 tekanan, berbanding 694 milik Norwegia.
Di sisi lain, Norwegia lebih efektif dalam menciptakan peluang. Dari 34 peluang yang diciptakan, sebanyak 17 mengarah tepat ke gawang lawan. Pantai Gading hanya mencatat 31 peluang dengan sembilan tembakan tepat sasaran.
Emerse Fae menyadari kunci permainan Norwegia berada di kaki Martin Odegaard sebagai pengatur serangan sekaligus pemasok bola untuk Haaland. Namun ancaman tidak hanya datang dari lini tengah, sebab bek Torbjorn Heggem dan kiper Orjan Nyland juga kerap mengirim umpan panjang akurat langsung ke lini depan.
Sebaliknya, Norwegia harus mewaspadai gelandang Franck Kessie yang menjadi distributor utama bola serta Yan Diomande yang rajin mengirimkan umpan silang dari sisi lapangan.
Meski kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang, perhatian utama tetap mengarah kepada Erling Haaland. Ketajaman, kekuatan fisik, kecepatan, dan penyelesaian akhirnya membuat bomber berusia 25 tahun itu menjadi faktor penentu dalam pertandingan ini.
Apabila Pantai Gading mampu meredam pergerakan Haaland, peluang mereka menciptakan sejarah dengan lolos ke babak 16 besar akan terbuka lebar. Namun jika sang mesin gol kembali tampil tajam, Norwegia berpotensi melangkah ke fase berikutnya untuk menghadapi Brasil dalam duel yang lebih besar. (Suka Adnyana/balipost)










