Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Misteri identitas mayat tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan di kawasan hutan Banjar Dinas Gunung Sari Uma Kayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, mulai menemui titik terang. Berbekal barang bukti telepon genggam yang ditemukan di lokasi, jajaran Polres Tabanan berhasil melacak identitas korban yang diduga warga negara asing (WNA) berkebangsaan Afrika Selatan.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, Rabu (1/7), usai apel HUT Polri di lapangan Alit Saputra mengatakan, pengungkapan identitas tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, termasuk melalui digital forensik terhadap telepon genggam korban yang awalnya ditemukan dalam kondisi tidak dapat dihidupkan.

Baca juga:  Sudiarta Dilengserkan Dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD Gianyar

“Setelah dilakukan pengecekan pada ponsel yang berhasil diaktifkan, dari sana muncul identitas pemilik yang kami cocokkan dengan data pelintasan keimigrasian. Hasilnya mengarah seorang warga negara Afrika Selatan,” ujarnya.

Meski demikian, Kapolres menegaskan identitas tersebut masih bersifat dugaan dan akan diperkuat melalui hasil pemeriksaan forensik. Pada Kamis (2/7), jenazah dijadwalkan menjalani autopsi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, berdasarkan permintaan resmi dari penyidik.

Selain berasal dari hasil pelacakan telepon genggam, polisi juga memperoleh sejumlah keterangan dari para saksi, termasuk pemilik homestay yang sebelumnya menjadi tempat menginap korban.

Baca juga:  5 Kabupaten Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Ini Detailnya

Dari hasil penyelidikan sementara diketahui korban sebelumnya menginap di wilayah Gianyar. Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban datang ke Bali seorang diri setelah menjual rumahnya di negara asal dengan rencana menetap di Bali.

Keterangan saksi lainnya menyebutkan korban berencana melakukan pendakian ke Gunung Batukaru. Dugaan itu diperkuat dengan pakaian dan perlengkapan yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan jenazah.

Untuk memastikan identitas korban, Polres Tabanan telah berkoordinasi dengan pihak konsulat agar dapat menghubungi keluarga korban di Afrika Selatan. Polisi juga meminta keluarga memberikan data ciri-ciri fisik khusus, seperti tahi lalat, tato maupun tanda pengenal lainnya, guna dicocokkan dengan hasil pemeriksaan forensik. “Seluruh informasi dari saksi, bukti telepon genggam, keterangan keluarga, hingga hasil laboratorium forenik nantinya akan kami sinkronkan untuk memastikan identitas korban ,” tegas AKBP Bayu Pati.

Baca juga:  Warga Australia Diamankan, Lakukan Penganiayaan dan Perusakan di 4 TKP

Sebelumnya, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga di kawasan hutan Desa Jatiluwih pada Minggu (28/6). Hingga kini penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN