
BANGLI, BALIPOST.com – Meski tidak terdapat pemasangan penjor pada perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini sebagaimana yang biasanya menjadi salah satu daya tarik visual desa, minat wisatawan untuk berkunjung tetap menunjukkan angka yang tinggi. Berdasarkan data Pengelola, total kunjungan wisatawan selama momentum libur Galungan-Kuningan menembus angka 70.103 orang.
Jumlah total tersebut didominasi oleh 58.801 wisatawan domestik (wisdom) dan 11.302 wisatawan mancanegara (wisman). Kunjungan tertinggi terjadi tepat pada Hari Raya Kuningan Sabtu (27/6) dengan jumlah 4.268 wisatawan dalam sehari. Angka kunjungan tersebut didominasi oleh 3.746 kunjungan domestik dan 522 kunjungan mancanegara.
Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan, tingginya angka kunjungan selama hari raya Galungan -Kuningan membuktikan bahwa daya tarik utama Desa Wisata Penglipuran tidak hanya terletak pada keindahan penjor, tetapi juga pada kekayaan budaya, kehidupan masyarakat adat, serta suasana desa yang tetap lestari dan terjaga.
Sebagaimana tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, pengunjung yang datang pada momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan memperoleh atraksi budaya tambahan berupa Tradisi Ngelawang. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Adat Penglipuran sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Galungan.
Melalui Tradisi Ngelawang, wisatawan tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami makna filosofis, nilai-nilai spiritual, serta fungsi tradisi tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali.
“Pengalaman ini memberikan ruang bagi wisatawan untuk belajar secara langsung mengenai budaya lokal melalui interaksi yang alami dengan masyarakat,” ujarnya.
Seluruh pengalaman budaya tersebut dapat dinikmati oleh wisatawan tanpa dikenakan biaya tambahan. Atraksi Tradisi Ngelawang telah menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran selama momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan, sebagai bentuk komitmen desa dalam memberikan pengalaman wisata budaya yang berkualitas sekaligus memperkenalkan warisan budaya Bali kepada masyarakat luas.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme wisatawan yang terus menjadikan Penglipuran sebagai destinasi pilihan selama musim libur Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya yang menjadi identitas Desa Adat Penglipuran.
“Kunjungan wisatawan pada momentum Galungan dan Kuningan menunjukkan bahwa Penglipuran memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada keindahan visual, tetapi juga pada kekuatan tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat adat. Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif, autentik, dan berkelanjutan bagi setiap pengunjung,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)









