Dua wisatawan asing sedang berjalan-jalan di Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tingkat hunian atau okupansi kamar hotel di Denpasar mengalami peningkatan pada high season yang berlangsung pada Juli-Agustus ini. Okupansi tercatat sekitar 85 persen, terutama di kawasan Sanur.

Hal tersebut diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra saat diwawancarai, Rabu (22/7).

Ia mengatakan rata-rata okupansi kamar hotel di Denpasar terlebih di Sanur di atas 80 persen. Hal ini dikarenakan musim liburan yang tengah berlangsung terutama bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Baca juga:  Ramai Dikunjungi Wisatawan, Bupati Minta Pedestrian di Pererenan Ditata

Diakui, keterisian kamar hotel saat ini didominasi oleh wisman. Terutama asal Australia yang tengah memanfaatkan momen liburannya ke Bali. “Australia sangat kuat. Memang high season ini cenderung lebih ke wisman,” katanya.

Ramainya kunjungan ke Bali, kata Gusde panggilan akrabnya, juga dipengaruhi penerbangan internasional dampak perang Timur Tengah yang sudah melandai. Penerbangan kata dia sudah mulai membaik termasuk dari Eropa.

Meski harga tiket pesawat masih tinggi, namun antusias wisman datang ke Bali cukup tinggi. “Kedatangan wisman sudah membaik. Hanya domestik yang belum. Karena harga tiket (domestik) juga naik gila-gilaan ini,” jelasnya.

Baca juga:  Hari Pertama Tahun 2025, Kementerian Pariwisata Sambut Kedatangan Wisatawan di Tiga Pintu Masuk Utama

Selain itu, instansi pemerintahan yang masih melakukan efesiensi turut memberi pengaruh terhadap masih lemahnya keterisian kamar hotel oleh tamu domestik. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN