
MANGUPURA, BALIPOST.com – Krisis air mulai membayangi Badung. Di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan pariwisata, kebutuhan air bersih justru tak mampu terpenuhi dan mengalami defisit hingga ribuan liter per detik.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyoroti serius kondisi defisit air yang saat ini dialami Kabupaten Badung.
Ia meminta Perumda Air Minum Tirta Mangutama segera melakukan langkah strategis dan inovatif untuk menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar, terutama karena pembangunan di Badung terus meningkat. Ia menegaskan bahwa kebutuhan air tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kita mengalami defisit. Sekarang aja kita mengalami defisit 1.200 liter per detik. Sedangkan pembangunan begitu maksimal,” ujar Bupati Adi Arnawa saat melantik jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama.
Bupati juga mengingatkan bahwa ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor.
Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan investor akan mencari solusi sendiri yang justru berdampak pada lingkungan. “Memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Badung dan untuk masyarakat industri pariwisata ini menjadi suatu PR besar bagi saya. Ini menjadi PR besar,” tegasnya.
Ia mencontohkan pembangunan hotel besar yang terus berkembang dan membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar. Jika tidak terpenuhi, potensi kerugian tidak hanya pada sektor bisnis, tetapi juga lingkungan akibat eksploitasi air tanah.
Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan pentingnya diversifikasi sumber air dan optimalisasi air permukaan yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal.
“Tentu ada dua yang harus kita lakukan, menurut saya. Pertama adalah, selama ini kita selalu memanfaatkan air permukaan. Seberapa besar air permukaan kita untuk kebutuhan industri kita? Itu harus diperhatikan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, pentingnya inovasi dan terobosan dari jajaran Perumda agar pelayanan air tidak terus menjadi keluhan masyarakat. “Kalau Bapak tidak melakukan inovasi terobosan, maka akan selalu terjadi kekurangan air itu, hanya angin yang keluar, bukan air,” tegasnya lagi.
Bupati berharap seluruh jajaran Perumda, termasuk Dewan Pengawas, dapat bekerja maksimal dan memiliki komitmen kuat untuk mengatasi krisis air ini. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya memberi perintah, tetapi juga siap membantu mencarikan solusi.
Dengan potensi pasar yang besar dan pertumbuhan investasi yang tinggi, ia optimistis masalah ini dapat diatasi jika diiringi dengan langkah konkret dan inovatif. “Pasar kita sudah ada. Orang membangun hotel, otomatis perlu air,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










