Plang jalan berbahan sampah plastik yang didaur ulang kini dipasang di kawasan di Kota Singaraja. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Plang jalan berbahan sampah plastik daur ulang resmi dipasang di sejumlah titik di Kota Singaraja, Kamis (25/6).

Inovasi yang diklaim pertama di Indonesia ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi fasilitas publik yang bernilai guna sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Pemasangan perdana dilakukan di Jalan Pahlawan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTR) Perkim, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, serta PT Rumah Plastik Mandiri yang berlokasi di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan, pemanfaatan sampah plastik untuk plang jalan berawal dari upaya mencari solusi terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di masyarakat.

Menurutnya, plastik yang selama ini dianggap sebagai sumber masalah justru dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Baca juga:  Jelang Gala Dinner KTT G20, Akses Masuk GWK Mulai Disterilkan

“Plastik yang selama ini dianggap masalah, justru kita jadikan solusi. Akhirnya muncul ide membuat plang nama jalan di Kota Singaraja menggunakan bahan daur ulang plastik. Material ini tahan korosi, tidak berkarat, dan ke depan semua plang jalan akan menggunakan bahan plastik daur ulang,” ujarnya.

Sutjidra menjelaskan, penggunaan material daur ulang tidak hanya akan diterapkan pada papan nama jalan. Ke depan, konsep serupa juga direncanakan digunakan dalam penataan kawasan Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan.

Ia juga mengapresiasi inovasi yang lahir dari putra daerah Buleleng tersebut. Teknologi pembuatan tiang dan papan nama jalan berbahan plastik daur ulang bahkan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan atas karya yang dihasilkan.

Baca juga:  Pondasi Pos Balawista Kuta Tergerus Abrasi

“Kita harus bangga dengan anak-anak muda Buleleng. Sampah plastik bukan lagi menjadi masalah, tetapi bisa menjadi solusi yang bermanfaat. Ini yang pertama di Indonesia, karena bukan hanya papan namanya, tetapi juga tiangnya dibuat dari plastik daur ulang,” tegasnya.

Sementara itu, Pemilik PT Rumah Plastik Mandiri, Putu Eka Darmawan menjelaskan, bahan baku yang digunakan berasal dari sampah plastik jenis high density polyethylene (HDPE) yang banyak ditemukan pada botol oli bekas. Jenis plastik tersebut dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan luar ruangan.

Untuk proyek pemasangan di 10 titik di Kota Singaraja, pihaknya memanfaatkan sekitar 1,2 ton sampah HDPE yang diperoleh dari bank sampah dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kabupaten Buleleng. Setiap tiang membutuhkan sekitar 120 kilogram bahan plastik daur ulang.

Baca juga:  Desa Sanda Olah Sampah Plastik Jadi BBM

“Seluruh proses produksi tiang memerlukan waktu sekitar satu bulan. Namun proses desain membutuhkan waktu lebih lama karena harus menyesuaikan aspek estetika, petunjuk teknis, serta konsep kawasan Titik Nol Kota Singaraja,” jelasnya.

Dari sisi ketahanan, Eka memastikan material tersebut aman digunakan dalam jangka panjang. Selain tahan karat dan korosi, konstruksi tiang juga dirancang kuat menghadapi berbagai kondisi cuaca.
Menurutnya, satu tiang memiliki bobot sekitar 70 kilogram dan dilengkapi pondasi dengan sistem penguncian ganda sehingga tetap kokoh meski diterpa angin kencang.

“Inovasi tersebut mulai menarik perhatian sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa daerah dari Papua, Sulawesi, Kalimantan hingga Batam disebut telah menunjukkan minat untuk mengadopsi teknologi serupa,” jelasnya. (Yudha/balipost)

BAGIKAN