
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pekerjaan Penataan Kawasan Lovina terus dikebut menjelang berakhirnya masa kontrak. Bahkan, untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, kontraktor pelaksana mengoptimalkan tenaga kerja di lapangan hingga menerapkan sistem lembur.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Hingga pekan ke-15, progres pekerjaan tercatat telah melampaui target yang direncanakan, sehingga pelaksana optimis proyek penataan kawasan wisata di Bali Utara itu dapat rampung dan diserahterimakan pada awal Juli 2026.
Petugas K3 proyek CV Tenaga Inti, I Gusti Nyoman Tirta, Kamis (18/6), mengatakan progres fisik pekerjaan telah mencapai 85 persen lebih. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan progres rencana sebesar 84 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 0,6 persen.
“Hingga minggu ke-15 ini progres pekerjaan masih berada di atas target. Dengan sisa waktu yang ada, apalagk banyak hari raya kami optimis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan diserahterimakan pada 2 Juli 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebagian besar pekerjaan utama telah rampung. Beberapa item pekerjaan yang telah diselesaikan antara lain saluran beton untuk drainase, pemasangan beton berpori, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya, pemasangan Roman Granit TGSI Bright Yellow Line dan Dot, Roman Granit dPumori Charcoal, pengaspalan Jalan Binaria dan Jalan Mawar, serta pembangunan toilet umum.
Menurutnya, pekerjaan yang masih tersisa saat ini lebih banyak berupa pekerjaan penyelesaian akhir atau finishing. Di antaranya pemasangan aksesoris pada dua jembatan, penyelesaian sebagian kecil pekerjaan beton berpori, serta pemasangan aksesoris pada lampu penerangan jalan. Dari total 34 unit tiang lampu yang direncanakan, seluruh tiang telah terpasang dan kini tinggal melengkapi aksesoris pendukungnya.
Ia mengakui selama pelaksanaan proyek terdapat sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya saat pekerjaan pengaspalan berlangsung, pengalihan arus lalu lintas menyebabkan proses pekerjaan sedikit terganggu. Selain itu, keberadaan utilitas eksisting seperti pipa PDAM dan jaringan internet milik sejumlah provider juga menghambat sejumlah pengerjaan.
“Kami menemukan beberapa jaringan utilitas yang harus ditangani dengan hati-hati, termasuk pipa PDAM dan sejumlah tiang jaringan internet yang pemiliknya tidak diketahui secara pasti. Karena pekerjaan menggunakan alat berat, tentu perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerusakan,” jelasnya.
Dengan waktu yang tinggal beberapa hari lagi, pihak pelaksana tetap berupaya memaksimalkan pekerjaan dengan menambah jam kerja dan melakukan lembur pada sejumlah item pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan target penyelesaian proyek tetap dapat dicapai.
Untuk diketahui, Penataan Kawasan Lovina merupakan program pengembangan kawasan wisata dengan total anggaran sekitar Rp14,1 miliar. Kegiatan ini meliputi peningkatan kualitas akses jalan menuju kawasan wisata, penataan jalur pedestrian, pembenahan fasilitas umum, penataan kawasan pantai, serta peningkatan sistem penerangan dan kebersihan lingkungan. (Nyoman Yudha/balipost)










