Ratusan penari rejang membuka Festival Lovina 2018. (BP/Dokumen)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar Lovina Festival sebagai upaya memperkuat daya tarik pariwisata di kawasan Lovina. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival akan digelar selama lima hari, pada 24-28 Juli 2026, dengan target mendatangkan 25 ribu pengunjung.

Kepala Bidang Pemasaran Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng, Gede Angga Prasaja, Rabu (15/7), mengatakan, penambahan durasi festival dilakukan untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama di kawasan Lovina. Selama ini, Lovina Festival hanya berlangsung selama empat hari. “Kalau tahun lalu empat hari, sekarang menjadi lima hari agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Lovina,” ujarnya.

Baca juga:  Truk Terperosok ke Pekarangan Warga di Gitgit, Tiga Orang Luka-luka

Tahun ini, Lovina Festival mengusung tema “Theater of Dolphin”. Tema tersebut dipilih karena lumba-lumba merupakan ikon utama Pantai Lovina.

Namun, festival tidak hanya menampilkan atraksi yang berkaitan dengan lumba-lumba, melainkan juga memperkenalkan berbagai potensi wisata lain yang dimiliki kawasan Lovina, seperti panorama persawahan, matahari terbit dan terbenam, hingga kekayaan seni budaya khas Buleleng.

Angga menjelaskan, rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua segmen. Pada 24-26 Juli, kegiatan dipusatkan di kawasan Tasik Madu atau Titik Nol Lovina dengan sasaran utama wisatawan mancanegara.

Baca juga:  Lima Lelaki Diamankan, Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur

Berbagai atraksi yang disiapkan di antaranya tari nelayan massal yang melibatkan 150 penari, pementasan barong, hingga hiburan sunset DJ. “Di Titik Nol Lovina yang dipentaskan adalah konten-konten yang menarik minat wisatawan asing,” katanya.

Selanjutnya, pada 26-28 Juli, kegiatan dipindahkan ke Pantai Binaria dengan menyasar wisatawan domestik dan masyarakat lokal. Sejumlah hiburan dan aktivitas yang disiapkan antara lain pertunjukan bondres, bazar UMKM, kuliner, hingga pameran produk kriya.

Selain itu, festival juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti lari lintas alam, lomba perahu layar mini, lomba sapi gerumbungan, sunset yoga, hingga lokakarya bedah buku tentang Pandji Tisna.

Baca juga:  Jatuh di Wisata Ayunan, WNA Prancis Meninggal

Disbudpar Buleleng menargetkan jumlah kunjungan selama penyelenggaraan festival mencapai 25 ribu orang atau rata-rata sekitar 5.000 pengunjung setiap hari. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 20 ribu pengunjung.

“Panitia akan menerapkan sistem barcode di pintu masuk dan sejumlah titik kegiatan. Selain menghitung jumlah pengunjung, sistem tersebut juga dimanfaatkan untuk menghimpun kesan dan masukan dari pengunjung,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN