Rumah Warga ambruk usai diterjang banjir.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebuah rumah yang baru sekitar dua tahun dihuni di Perum Griya Mahadewa, Dusun Seraya, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, roboh setelah diterjang luapan air sungai di belakang perumahan, Jumat (12/6) siang.

Tragisnya, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang berusaha menyelamatkan barang-barang di dalam rumah tertimbun reruntuhan bangunan sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.

Korban diketahui bernama Ricardo Razao Alghivieri (20), mahasiswa semester dua Program Studi Teknologi Informasi Undiksha asal Jalan Patimura, Kampung Kajanan, Singaraja. Saat kejadian sekitar pukul 13.00 Wita, korban berada di dalam rumah bersama ibunya, Siti Sofana Syamsia (43), dan adiknya, Raffi Alief Alvaro (13).

Baca juga:  Bayi Dibuang di Baturiti, Ternyata Cuma Rekayasa Sang Ibu

Peristiwa bermula ketika hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam menyebabkan debit air sungai di belakang perumahan meningkat hingga meluap ke permukiman warga. Air kemudian masuk ke dalam rumah dan terus meninggi hingga mencapai sekitar satu meter.

Siti Sofana menuturkan, saat air mulai menggenangi rumah, kondisi bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Tembok kamar mandi dan beberapa bagian rumah mengalami retakan. Menyadari situasi berbahaya, mereka berupaya menyelamatkan diri keluar dari rumah.

Baca juga:  Boat Terbalik di Perairan Pelabuhan Tanjung Sanghyang Lembongan

Namun di tengah kepanikan itu, Ricardo kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan sejumlah barang. Saat berada di dalam, korban diduga terpeleset ketika kondisi bangunan semakin labil akibat tergerus luapan air.

Melihat kakaknya berada dalam bahaya, Raffi berusaha memberikan pertolongan menggunakan sebatang bambu. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Bangunan kemudian roboh dan menimbun korban. Derasnya arus luapan sungai yang menerjang lokasi juga menyebabkan korban terseret dan hanyut bersama material bangunan.

Siti Sofana mengaku keluarganya baru sekitar dua tahun menempati rumah tersebut. Rumah itu dibeli agar putranya lebih dekat dengan kampus Undiksha dan tidak terlalu jauh dari kawasan Lovina.

Baca juga:  Terjaring OTT, Oknum Kasi Diduga Sejak Lama Terima Suap

“Saya beli rumah ini supaya dekat dengan kampus anak saya. Baru setelah tinggal di sini saya mengetahui bahwa sebelum saya membeli, bangunan ini ternyata pernah mengalami kerobohan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari SAR Buleleng, BPBD Buleleng, bersama masyarakat setempat masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang diduga hanyut terbawa arus setelah tertimbun reruntuhan. (Nyoman Yudha/balipost)

 

BAGIKAN