
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus pencurian helm terjadi di area parkir di Jalan Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (6/6), saat konser musik tengah berlangsung di kawasan tersebut. Salah satu korbannya berinisial MJN (25) yang merupakan perempuan asal Sumatera Utara.
Setelah dilacak oleh korban bersama anggota Polsek Densel, helm korban ditemukan di kos-kosan wilayah Monang Maning, Denpasar Barat. Di sana ditemukan puluhan helm tertumpuk rapi. Diduga sebagai penadah adalah seseorang berinisial PJ (43) asal Madura, Jawa Timur. PJ kini sedang diburu polisi. Kasus ini viral di media sosial.
Kanitreskrim Polsek Densel, Iptu Azel Arizandi, seizin Kapolsek AKP Agus Adi Apriyoga, Rabu (10/6), menjelaskan, korban kehilangan helm senilai Rp300 ribu dan satu unit airtag senilai Rp450.000. Kronologisnya, pada Sabtu pukul 21.20 WITA, korban bersama dua temannya menuju Pantai Mertasari untuk menonton konser musik. Sesampainya di sana, korban memarkirkan sepeda motornya di areal parkir dan meletakkan helm di atas spion.
“Pukul 22.20 WITA, korban mengecek aplikasi dan diketahui kalau airtag yang terpasang pada helm tersebut bergerak dari posisi semula. Awalnya korban menduga mungkin terjadi error system, jadi tidak menghiraukannya,” ujarnya.
Sekitar pukul 22.40 WITA, korban mengecek kembali aplikasi dan ia kaget karena helm tersebut sudah tidak berada di areal parkir. Korban bergegas menuju area parkir dan bertanya kepada petugas yang berjaga. Namun, tidak ada yang melihat. Selanjutnya, korban melapor ke Polsek Densel.
Informasi diperoleh di lapangan, korban dan polisi berusaha melacak posisi helm tersebut dengan menggunakan aplikasi. Setelah ditelusuri, ternyata posisinya adalah di kos-kosan wilayah Monang Maning. Petugas langsung ke sana dan menemukan helm korban di sana. Selain itu, di sana juga terlihat tumpukan puluhan helm yang diduga hasil curian.
“Untuk sementara kami mengamankan satu helm yang berkaitan dengan laporan korban. Barang bukti lain masih dalam pengembangan. Kami belum ada dasar untuk menyita barang yang tidak berkaitan proses penyidikan,” ujar Azel. (Kerta Negara/balipost)










