
DENPASAR, BALIPOST.com – Kinerja investasi Bali terus menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang 2025, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp42,82 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 68 ribu orang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani mengatakan, investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Bali. Pada triwulan I 2026, investasi tumbuh 6,78 persen secara tahunan (year on year), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,47 persen.
“Kontribusi investasi terhadap perekonomian Bali mencapai sekitar 28 persen, sehingga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya Selasa (9/6).
Menurut Achris, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Bali di tengah berbagai tantangan global. Investasi tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong aktivitas usaha di berbagai sektor.
Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Bali pada 2026 tetap tumbuh solid di kisaran 5,4 hingga 5,9 persen. Prospek tersebut didukung oleh inflasi yang terjaga, optimisme pelaku usaha yang masih kuat, serta berbagai insentif pemerintah yang mampu menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Selain itu, daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata dan investasi kelas dunia juga dinilai menjadi faktor penting yang terus menarik minat investor domestik maupun mancanegara.
Achris menegaskan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali akan terus memperkuat upaya peningkatan investasi guna mendukung transformasi ekonomi daerah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan prospek ekonomi yang tetap positif dan dukungan berbagai kebijakan pemerintah, peluang peningkatan investasi di Bali pada tahun ini dinilai masih terbuka lebar. (Suardika/balipost)










