
DENPASAR, BALIPOST.com – Polda Bali menggelar Operasi Patuh Agung 2026, mulai 8 hingga 21 Juni mendatang. Terkait kegiatan ini, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Agung di gedung BKPSDM Provinsi Bali, Kamis (4/6). Operasi tersebut fokus optimalisasi transformasi penegakan hukum secara elektronik.
Latpraops tersebut dipimpin Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono didampingi Dirlantas Kombes Pol. Turmudi. Polda Bali komitmen memodernisasi sistem kepolisian di jalan raya, sekaligus meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan di lapangan.
Dalam arahannya, Kombes Turmudi menekankan bahwa latihan pra operasi ini merupakan langkah krusial untuk menyamakan persepsi, pola tindak, dan memastikan kesiapan seluruh personel sebelum diterjunkan langsung ke lapangan. “Melalui transformasi digital ini, kita ingin membangun sistem penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis. Pemanfaatan teknologi seperti ETLE (electronic traffic law enforcement) baik statis maupun mobile akan menjadi garda terdepan kita dalam mendisiplinkan pengguna jalan di Bali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Turmudi menjelaskan, target utama dari pelaksanaan operasi yang akan berlangsung serentak di seluruh wilayah hukum Polda Bali ini adalah menurunkan angka pelanggaran, menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas, serta mengurai titik-titik kemacetan di kawasan wisata dan jalur utama. Selama latihan, para personel dibekali dengan pendalaman materi teknis terkait pengoperasian perangkat tilang elektronik, mekanisme penginputan data pelanggaran, hingga tata cara penindakan yang mengedepankan aspek edukatif dan preventif.
Dengan persiapan yang matang ini, Ditlantas Polda Bali berharap Operasi Patuh Agung 2026 dapat berjalan optimal, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam berlalu lintas, serta menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman, tertib, dan berkeselamatan. (Kerta Negara/balipost)









