
SINGARAJA, BALIPOST.com – Citra Satpol PP sebagai aparat yang identik dengan penertiban, tegas, bahkan terkesan menakutkan masih melekat di benak sebagian masyarakat. Untuk mengikis stigma tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng meluncurkan inovasi bertajuk “SABA POL PP” (Satu Hari Bersama Satpol PP).
Melalui program ini, masyarakat diajak merasakan langsung pengalaman bertugas bersama petugas Satpol PP di lapangan. Program tersebut menjadi terobosan baru dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara Satpol PP dan masyarakat.
Tidak hanya mengenalkan tugas dan fungsi lembaga penegak Peraturan Daerah (Perda) itu, SABA POL PP juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat dari dalam diri sendiri, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono dikonfirmasi Rabu (3/6) mengatakan, inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif. Selama ini, masyarakat lebih banyak melihat Satpol PP saat melakukan penertiban di lapangan. Padahal, di balik itu terdapat berbagai tugas pembinaan, edukasi, dan pendekatan persuasif yang jarang diketahui publik.
“Melalui SABA POL PP, masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana kami bekerja di lapangan. Kami ingin menunjukkan bahwa Satpol PP tidak hanya identik dengan penindakan. Ada proses komunikasi, edukasi, dan pendekatan humanis yang selalu kami kedepankan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman terlibat langsung bersama petugas akan memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan hanya melihat dari luar. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami alasan di balik setiap langkah penegakan aturan yang dilakukan pemerintah daerah.
“Harapannya, kepatuhan terhadap aturan tidak lagi muncul karena takut ditindak atau dihukum, tetapi tumbuh dari kesadaran bahwa aturan dibuat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Menariknya, peluncuran program ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Momentum tersebut dipilih sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip Berkepribadian dalam Kebudayaan. Kappa menjelaskan, semangat nasionalisme, kemanusiaan, musyawarah, dan gotong royong yang diwariskan Bung Karno menjadi inspirasi dalam membangun pola penegakan hukum yang lebih berkarakter. Satpol PP, kata dia, tidak lagi hanya berorientasi pada penegakan aturan semata, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Program SABA POL PP akan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Buleleng. Mulai dari masyarakat umum, anggota Satlinmas desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga pelajar dan mahasiswa.
Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, Satpol PP berharap tercipta ruang dialog yang lebih terbuka antara petugas dan masyarakat. Sebab, menjaga ketertiban wilayah tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat pemerintah semata.
“Ketertiban yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika masyarakat merasa menjadi bagian dari proses itu. Karena itu, kami ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan saling memahami,” tegasnya. (Yuda/balipost)










