Salah satu kreativitas siswa di ajang BEE 2026. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Ajang Buleleng Education Expo (BEE) resmi dibuka Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (20/5) pagi.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak menampilkan bakat, kreativitas, serta inovasi pendidikan dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga perguruan tinggi.

Selain menampilkan pameran pendidikan, ajang tersebut juga diisi berbagai pertunjukan seni dan presentasi hasil karya siswa. Sebanyak 54 lembaga dan instansi pendidikan terlibat dalam kegiatan tersebut. Bahkan, sebanyak 101 penampil turut memeriahkan expo yang digelar untuk memperkenalkan potensi pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengatakan, kegiatan BEE bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Buleleng memiliki eksistensi pendidikan yang lengkap, mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Baca juga:  Sasar Finance, Sindikat Pemalsu KTP Diringkus

Selain itu, expo juga menjadi ruang bagi lembaga pendidikan untuk memperkenalkan keunggulan masing-masing kepada masyarakat.
“Ini memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder pendidikan untuk menginformasikan bahwa mereka siap melayani pendidikan sesuai wilayah keberadaan lembaga pendidikan itu,” ujarnya.

Menurut Surya Bharata, konsep stand dalam expo dibuat dinamis. Masing-masing lembaga pendidikan tidak hanya memajang hasil karya, namun juga melakukan presentasi secara bergiliran dalam durasi dua jam. Mulai jenjang TK, pendidikan nonformal, SD, SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi mendapat kesempatan memperlihatkan praktik baik dan keunggulan sekolah masing-masing.

Baca juga:  Gubernur Koster Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023

“Jadi pengunjung bisa mengetahui keunggulan sekolah mereka, termasuk praktik baik yang sudah dilakukan. Kita ingin anak-anak memiliki ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Ia menambahkan, BEE menjadi langkah awal untuk memberikan panggung yang lebih luas kepada anak-anak di Buleleng agar mampu menampilkan bakat secara apik di tingkat kabupaten.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyebut filosofi BEE diambil dari lebah yang dikenal pekerja keras dan mampu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan. Filosofi tersebut diharapkan mampu memotivasi dunia pendidikan di Buleleng agar terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  FKUB Buleleng Komit Wujudkan Pemilu Bermartabat

Menurutnya, pelaksanaan BEE juga menjadi langkah awal mewujudkan Singaraja sebagai kota pendidikan. Pemkab Buleleng berencana menyiapkan kajian dan payung hukum sebagai dasar deklarasi tersebut.

“Kita ingin nanti Singaraja benar-benar menjadi kota pendidikan. Tempat anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” katanya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN