Kondisi kunjungan di DTW Tanah Lot, Kediri Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA,BALIPOST.com – Lesunya kondisi ekonomi mulai berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot. Meski masih ramai dikunjungi ribuan wisatawan setiap hari, jumlah kunjungan ke objek wisata unggulan di Kabupaten Tabanan itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data pengelola menunjukkan, rata-rata kunjungan harian pada Mei 2025 mencapai sekitar 4.500 orang. Sementara pada periode Mei tahun ini turun menjadi sekitar 3.400 wisatawan per hari. Penurunan tersebut disebut tidak lepas dari kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat untuk berwisata.

Baca juga:  Dinas Pariwisata Targetkan 1,7 Juta Kunjungan ke Buleleng

Melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat sebagian masyarakat mulai menekan pengeluaran, termasuk untuk liburan. Meski demikian, Tanah Lot masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara karena menawarkan panorama alam dan nuansa spiritual khas Bali.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pihak pengelola tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan agar wisatawan merasa nyaman berkunjung.

Baca juga:  Kasus DBD di Bali Tak Ikuti Siklus Lima Tahunan

Menurutnya, menjelang musim liburan sekolah, pengelola mulai menyiagakan personel di berbagai titik strategis seperti area tiket, keamanan hingga kebersihan kawasan wisata.

“Walaupun ada penurunan kunjungan, kami tetap optimistis minat wisatawan akan kembali meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi,” ujarnya.

Pengelola berharap momentum liburan sekolah tahun ini diharapkan mampu mendongkrak kembali angka kunjungan wisatawan ke Tanah Lot dalam beberapa waktu ke depan. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Kontrovesi Atraksi Kembang Api di Pantai Berawa, Simak Bahayanya Bahan Peledak Berkekuatan Rendah Ini

 

BAGIKAN