
SINGASANA, BALIPOST.com – Puncak pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Rabu (1/7), berlangsung khidmat, aman, dan lancar. Ribuan pamedek memadati kawasan pura untuk mengikuti persembahyangan. Di tengah pelaksanaan upacara, aktivitas pariwisata tetap berjalan normal. Bahkan, momen pujawali justru menjadi daya tarik yang dinantikan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan prosesi budaya dan spiritual khas Bali.
Apalagi satu hari sebelumnya, atau Selasa (30/6) dilaksanakan upacara “Ngebejian Ida Bathara” di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan dengan tujuan menyucikan atau membersihkan semua “pratima” (benda sakral) yang akan dipakai dalam piodalan besoknya dengan air suci dari Beji (sumber air suci) di Pura Luhur Tanah Lot.
Saat pujawali, pemedek yang berasal dari berbagai daerah di Bali mulai berdatangan memadati pura di tengah laut ini. Antreannya biasanya saat pagi dan malam hari. Namun berkat pengaturan arus pengunjung oleh manajemen DTW bersama pengempon pura, pecalang, dan aparat keamanan, aktivitas keagamaan dan kunjungan wisata dapat berlangsung berdampingan tanpa mengurangi kekhusyukan upacara maupun kenyamanan wisatawan.
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pelaksanaan puncak pujawali tahun ini berlangsung tertib tanpa memengaruhi kunjungan wisatawan. Justru, prosesi sakral tersebut menjadi salah satu daya tarik yang dicari wisatawan asing saat berkunjung ke Tanah Lot.
“Pelaksanaan pujawali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Mereka tidak hanya menikmati panorama Tanah Lot, tetapi juga ingin menyaksikan secara langsung prosesi budaya dan spiritual yang menjadi ciri khas Bali. Selama pujawali, kunjungan wisata tetap berjalan normal dan aktivitas keagamaan maupun pariwisata dapat berlangsung berdampingan dengan tertib,” ujar Sudiana.
Berdasarkan data Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, jumlah kunjungan pada Rabu (1/7) tercatat 2.697 orang. Rinciannya terdiri atas 1.484 wisatawan mancanegara, 1.152 wisatawan domestik.
Menurut Sudiana, wisatawan mancanegara tampak antusias mengabadikan rangkaian upacara, mulai dari iring-iringan pamedek, busana adat yang dikenakan umat, hingga suasana sakral di kawasan Pura Luhur Tanah Lot.(Puspawati/balipost)










