Kegiatan FGD untuk mendorong perluasan kesempatan kerja melalui pengembangan Tenaga Kerja Mandiri (TKM)  di Ballroom Praja Shaba Utama, MPP Gianyar, Rabu (24/6). (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Drs. I Gede Suardana Putra, M.Si., Kamis (25/6) mengatakan Gianyar mengembangkan model ekonomi pedesaan yang bertumpu pada potensi kawasan.

Untuk memperoleh model yang sesuai, Disnaker sudah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Ekosistem Jaringan Ekonomi Pedesaan Berbasis Kawasan”. Kegiatan yang diarahkan untuk mendorong perluasan kesempatan kerja melalui pengembangan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) ini berlangsung di Ballroom Praja Shaba Utama, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gianyar, Rabu (24/6).

Baca juga:  BPS Sebut Aktivitas di Rumah Alami Penurunan

Melalui skema TKM, diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antar-sektor usaha, mendongkrak produktivitas masyarakat, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan di tingkat desa.

Ia menyampaikan tema FGD jaringan ekonomi berbasis kawasan sangat relevan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial budaya, sumber daya manusia, dan teknologi.

Ia menegaskan seluruh potensi lokal tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terhubung dalam sebuah ekosistem yang solid. Konektivitas antar-desa melalui jejaring kawasan diyakini mampu menciptakan rantai pasok ekonomi yang kuat, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, serta merangsang lahirnya wirausaha lokal baru.

Baca juga:  Tahun Ini, Pertumbuhan Bali Diprediksi Masih Minus

Lebih lanjut, Lanang memaparkan bahwa tantangan pembangunan desa ke depan akan semakin kompleks akibat pesatnya teknologi, dinamika pasar kerja, dan ketatnya persaingan global. Oleh karena itu, paradigma pembangunan harus bergeser dari sekadar pelaksanaan program (sentrisitas proyek) menjadi pembangunan ekosistem berkelanjutan.

Melalui forum kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap dapat memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis karakteristik wilayah. Rekomendasi dan langkah strategis yang lahir dari diskusi ini nantinya akan dijadikan acuan utama dalam penyusunan kebijakan serta program kerja perluasan kesempatan kerja di Bumi Seni Gianyar.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi COVID-19, Perajin Bali Diajak Terus Berkarya

Hadir sebagai narasumber utama dalam forum tersebut, sejumlah pakar kompeten di bidang pengembangan ekonomi pedesaan, antara lain Ketua Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University, Prof. Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, M.S.; Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Dr. Ivanovich Agusta, S.P., M.Si.; serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Drs. I Gede Suardana Putra, M.Si. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN