
MANGUPURA, BALIPOST.com – Bentrok yang melibatkan dua kelompok warga negara asing (WNA) di salah satu bar, Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, menjadi perhatian publik. Namun, hingga saat ini belum ada yang melapor ke pihak kepolisian.
Padahal kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah WNA terluka. “Baik dari pihak korban atau pengelola bar belum ada yang melapor. Namun proses penyelidikan tetap dilakukan,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (26/5).
Mengantisipasi peristiwa terulang, menurut Aiptu Ayu, Polres Badung bersama Polsek Kuta Utara meningkatkan langkah-langkah preventif dan represif. Upaya ini penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah Kuta Utara yang memiliki aktivitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi.
“Pengamanan dilakukan melalui patroli rutin siang maupun malam hari, patroli gabungan pada jam-jam rawan. Pengawasan di titik keramaian, serta peningkatan kegiatan dialogis dengan masyarakat, security, pelaku usaha pariwisata, dan pihak desa adat,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya mengedepankan deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap laporan maupun potensi gangguan kamtibmas, termasuk yang melibatkan warga negara asing. Setiap kejadian tentu kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku tanpa membedakan kewarganegaraan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti pecalang, Imigrasi, aparat desa, dan pengelola tempat usaha untuk memperkuat pengawasan di wilayah Kuta Utara,” ujar Ayu.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, termasuk wisatawan asing yang berada di Bali, agar bersama-sama menjaga ketertiban, menghormati aturan hukum, budaya, dan norma yang berlaku. Harapannya situasi kamtibmas di wilayah Kuta Utara tetap kondusif sehingga masyarakat maupun wisatawan merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.
Perlu diketahui, kericuhan melibatkan kelompok WNA terjadi di salah satu bar, Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng, Kuta Utara, Sabtu (23/4). Terkait peristiwa ini, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba langsung mendatangi TKP dan mendapat laporan sejumlah WNA terluka. (Kerta Negara/balipost)










