Gde Sumarjaya Linggih. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih, meminta pemerintah mulai mengarahkan investasi, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi ketimpangan pembangunan yang selama ini terkonsentrasi di Bali Selatan.

Politisi yang akrab disapa Demer itu menilai konsentrasi investasi dan pembangunan di Bali Selatan sudah menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari kemacetan, kepadatan penduduk, hingga tekanan sosial yang dirasakan masyarakat lokal.

Baca juga:  Penjualan SBR011 di BRI Sentuh Rp1,5 Triliun

“Kalau masih di Bali Selatan itu berarti menjerumuskan orang Bali pada posisi ketimpangan yang tinggi,” ujarnya, Jumat (22/5).

Ketua DPD I Partai Golkar Bali tersebut mengatakan pembangunan KEK, termasuk KEK sektor keuangan, seharusnya tidak lagi diarahkan ke kawasan selatan. Menurutnya, wilayah Bali Utara, Timur, dan Barat masih memiliki ruang pengembangan yang luas dan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia menilai kehadiran KEK bukan sekadar menghadirkan investasi, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat sekitar. Dampak itu disebut dapat dirasakan melalui tumbuhnya sektor pariwisata, hotel, restoran, hingga peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Baca juga:  DPR Tindaklanjuti Potong Gaji PNS untuk Zakat

Demer juga mengingatkan bahwa kajian pemerintah sejak lama telah merekomendasikan pembatasan pembangunan di Bali Selatan demi menjaga keseimbangan wilayah di Pulau Dewata. Karena itu, ia meminta pemerintah mulai serius memindahkan fokus pembangunan ke daerah yang selama ini belum berkembang optimal.

Meski demikian, Demer menegaskan proyek-proyek yang telah mengantongi izin di Bali Selatan tetap dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Bobol Toko, Pelaku Ditembak Karena Melawan
BAGIKAN