Polisi mendatangi warung korban pasca menerima laporan kejadian pencurian (ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Warung milik I Ketut Sukerta (43) di Banjar/Desa Srokadan, Susut, menjadi sasaran pencurian. Pelaku yang diduga warga negara asing (WNA) membawa kabur uang tunai Rp1,2 juta dengan modus membuat korbannya bingung saat menukarkan uang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 18.45 WITA. Saat kejadian warung sedang dijaga istri pemilik warung, Ni Wayan Sariani (43).

Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Sucipta menyatakan bahwa kasus itu sedang ditangani pihaknya. Dijelaskan bahwa peristiwa pencurian tersebut bermula saat pelaku datang membeli telur ayam matang seharga Rp10.000 menggunakan uang pecahan Rp20.000. Setelah menerima kembalian, pelaku tiba-tiba mengeluarkan dua lembar uang Rp50.000 untuk ditukarkan dengan pecahan Rp100.000

Baca juga:  Pergeseran Kotak Suara ke KPU Badung Dikawal Ketat

Setelah korban melayani permintaan tersebut, pelaku kembali meminta tukar uang. Setelah uang korban masuk ke dompetnya, pelaku tiba-tiba meminta uang lagi dengan alasan gambar uang tidak sama. Permintaan yang bertubi-tubi ini membuat korban kebingungan.

Saat korban membuka laci untuk menunjukkan bahwa uang pecahan seratus ribu sudah habis, pelaku langsung menuju laci dan langsung mengambil uang di dalamnya serta uang yang ada di atas meja. “Pelaku kemudian langsung berpamitan menggunakan salam pamit ala orang Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Eks Kantor Camat Tabanan Diusulkan Jadi Gedung Sementara Imigrasi

Korban baru menyadari menjadi korban pencurian saat pelaku pergi. Pelaku diketahui mengendarai sebuah mobil yang diparkir agak jauh dari warung. “Korban tidak mengenali mobil jenis apa karena parkinya agak jauh, di sebelah timur dari Candi pembatas antara Desa Srokadan dan Apuan,” kata Kapolsek.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp1.200.000. Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan dengan mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi. Polisi juga mengecek rekaman CCTV seputaran TKP. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Akhir Maret, Tarif Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk Dinaikkan

 

BAGIKAN