Seekor lumba-lumba yang ditemukan mati terdampar di Pantai Yeh Sumbul, Minggu (17/5). (BP/istimewa)

 

NEGARA, BALIPOST.com – Seekor lumba-lumba ditemukan dalam kondisi mati terdampar di bibir Pantai Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu (17/5). Penemuan mamalia laut tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar sebelum akhirnya ditangani aparat kepolisian bersama personel Satpolairud Polres Jembrana.

Kapolsek Mendoyo, I Wayan Sartika mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya lumba-lumba yang terdampar di kawasan pantai Yehsumbul sekitar pukul 10.00 WITA. “Begitu menerima informasi dari warga, anggota Polsek Mendoyo bersama personil Satpolairud langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area penemuan, kondisi lumba-lumba sudah mati,” ujar Kompol Sartika.

Baca juga:  Terbitnya Ini, Permudah Pengurusan Adminduk

Lumba-lumba tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Muhamad Sidik saat berjalan di sekitar pantai. Saat ditemukan, kondisi hewan laut itu sudah mati dan berada di tepi pantai. Warga kemudian menarik bangkai lumba-lumba ke lokasi yang lebih aman sebelum melaporkannya kepada aparat.

Sekitar pukul 10.45 WITA, anggota UKL Polsek Mendoyo dipimpin Pawas IPTU I Nengah Budiarta bersama personil Satpolairud Polres Jembrana mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan luar, diketahui lumba-lumba tersebut merupakan jenis lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik dengan panjang sekitar 215 sentimeter dan lingkar perut mencapai 120 sentimeter.

Baca juga:  Ratusan Personel Terlibat KRYD Imbangan G20

Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda luka pada tubuh satwa tersebut. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan penyuluh perikanan dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan guna pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kematian mamalia laut itu.

“Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, bangkai lumba-lumba kemudian dikubur di sekitar lokasi penemuan untuk menghindari pencemaran dan bau tidak sedap,” kata Kompol Sartika. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN