
SINGASANA, BALIPOST.com – Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Soka, Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Sabtu (25/7) pagi. Mamalia laut dengan bobot diperkirakan mencapai 100 kilogram dan panjang sekitar 2 meter itu diduga terseret gelombang tinggi yang melanda perairan selatan Bali sejak sehari sebelumnya.
Lumba-lumba tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA oleh seorang nelayan Pantai Soka, I Nyoman Karyana (54), saat berjalan di kawasan pantai yang sedang melihat kondisi gelombang. Mengetahui ada satwa laut terdampar dalam keadaan mati, ia kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga dan pengurus DTW Pantai Soka.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani membenarkan adanya penemuan lumba-lumba yang terdampar di Pantai Soka. “Dugaan sementara, lumba-lumba terbawa arus akibat cuaca buruk, angin kencang, serta gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan sehingga akhirnya terdampar di bibir pantai,” ujarnya.
Sementara itu, pengurus DTW Pantai Soka bersama nelayan setempat berencana menguburkan bangkai lumba-lumba di sekitar pesisir Pantai Soka pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WITA untuk menghindari pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap. (Puspawati/balipost)










