
SINGASANA, BALIPOST.com – Di balik keindahan Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, terdapat tiga perempuan yang setiap hari berjibaku menjaga kebersihan pesisir sekaligus merawat tukik di penangkaran penyu. Mereka adalah Ni Nyoman Lodri (50), Ni Putu Sundariyati (50), dan Ni Ketut Sarniti (45), warga asal Desa Sudimara dan Desa Gubug, Tabanan.
Hampir setiap hari, ketiga perempuan yang bertugas atas penugasan Desa Adat Yeh Gangga ini memulai aktivitas melakukan bersih bersih pantai sejak pukul 08.00 Wita. Selama sekitar tiga jam mereka menyapu kawasan bibir pantai, mengumpulkan berbagai jenis sampah yang terbawa ombak maupun yang ditinggalkan pengunjung.
Lanjut, sekitar pukul 10.00 Wita, pekerjaan dilanjutkan ke penangkaran (konservasi) penyu yang juga berada di kawasan Pantai Yeh Gangga untuk membersihkan area penangkaran sekaligus memberi makan tukik.
“Kami mulai nyapu pukul 08.00 Wita di sepanjang bibir pantai. Dan sekitar pukul 10.00 Wita ke penangkaran penyu memberi makan tukik. Setelah istirahat siang hari, sore harinya kami kembali melanjutkan menyapu pantai,” ujar Nyoman Lodri, Minggu (26/7).
Selama kurang lebih tiga jam, kawasan Pantai Yeh Gangga disisir agar tetap bersih dan nyaman. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut ke lokasi penampungan.
Menurut mereka, sampah yang paling sering ditemukan berupa potongan kayu, kayu bakar, hingga sisa-sisa sarana upakara yang hanyut ke laut. “Kalau musim hujan, sampah yang datang sangat banyak sehingga kami biasanya dibantu para nelayan. Tetapi kalau musim biasa, hanya kami bertiga yang menangani pembersihan pantai ini,” katanya.
Atas pekerjaan yang mereka lakukan tersebut, ketiganya menerima upah sebesar Rp1,5 juta per bulan yang diberikan oleh Desa Adat Yeh Gangga.
“Upah diberikan oleh Desa Adat Yeh Gangga. Nilainya memang tidak besar, tetapi kami bersyukur dan tetap semangat bekerja karena ingin Pantai Yeh Gangga tetap bersih, indah, dan nyaman dikunjungi, sekaligus membantu menjaga kelestarian penyu,” ungkapnya.
Nyoman Lodri sendiri mengaku telah melakoni pekerjaan sebagai petugas bersih Pantai Yeh Gangga sudah delapan tahun. Sementara rekannya ada yang juga baru bergabung sekitar tiga bulan. Bagi mereka, menjaga Pantai Yeh Gangga tetap bersih bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan bentuk kepedulian agar kawasan pesisir tetap lestari, menjadi daya tarik wisata, sekaligus habitat yang aman bagi penyu dan tukik.
“Sembari mengisi waktu luang, kalau ada kegiatan upacara adat atau agama, biasanya kita dapat libur,”pungkasnya.(Puspawati/balipost)










