
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus perampokan terjadi di Perumahan Nusa Puri, Jalan Riyun Permai, Desa Kutuh, Kuta Selatan (Kutsel), Badung, Rabu (13/5) pagi. Saverinus Ampur diserang perampok dan diancam dibunuh. Akibat kejadian itu, kepala korban luka dan tas berisi HP, dompet, serta uang dibawa kabur oleh pelaku.
Terkait peristiwa ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (15/5), menjelaskan bahwa dari keterangan korban pukul 07.00 WITA baru bangun dan siap-siap bekerja. Saat itulah pelaku masuk ke tempat tinggalnya dan mengancam akan membunuh korban. Korban menyuruh pelaku tenang, tapi tidak diindahkan.
Pelaku menerobos masuk ke kamar tidur dari ruang tamu lalu mengambil tas yang berisi dompet, HP, charger, kartu identitas pribadi, dan uang tunai sekitar Rp35.000 milik korban. Korban berusaha menahan, tapi pelaku memukulkan tas tersebut ke kepala korban sebanyak 10 kali. Selain itu, korban dipukul menggunakan tangan kanan. “Karena tidak sanggup melawan, korban teriak minta tolong,” ujarnya.
Melihat korban seperti itu, pelaku emosi lalu mengambil batu di TKP. Batu tersebut digunakan memukul ke kepala korban tapi tangkis. Selanjutnya, pelaku mengambil botol kaca dan menyerang korban, tapi berhasil tangkis.
Saat melakukan perlawanan, korban terpeleset dan jatuh. Saat itulah pelaku memukul dengan leluasa sebanyak empat kali dan korban sudah tidak bisa menangkis. Pukulan menggunakan botol itu mengenai kepala bagian atas dan belakang hingga robek.
“Akhirnya korban lari ke jalan meminta pertolongan kepada orang yang lewat. Saat korban balik ke TKP dan mencoba mengambil tasnya, namun pelaku langsung kabur. Oleh warga, peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan. Sedangkan korban dibawa ke puskesmas setempat,” tegasnya.
Akibat ulah pelaku, korban merasa pusing, luka robek di bagian kepala belakang, dan mesti menjalani enam jaritan. Selain itu, ia mengalami memar pada tangan sebelah kiri dan luka di jari kaki di kelingking. “Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan dan masih tahap penyelidikan,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini. (Kerta Negara/balipost)










