
SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten Buleleng memastikan paket perbaikan ruas jalan di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, mulai dilaksanakan tahun ini. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk penanganan jalan di sejumlah wilayah di Kecamatan Banjar.
Kepala Dinas PU-TR Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra saat dikonfirmasi, Jumat (15/5), mengatakan, paket perbaikan tersebut mencakup ruas jalan Desa Gobleg, Desa Pedawa, Desa Dencarik, Desa Tampekan, Desa Sidatapa, Desa Cempaga hingga Desa Temukus.
Menurutnya, penanganan difokuskan pada sejumlah titik jalan dengan kondisi kerusakan paling parah. “Dari bawah sampai atas Asah Gobleg, beberapa titik dipilih yang kondisinya paling parah. Tahun ini pasti dikerjakan dengan hotmix,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini proses pengerjaan masih dalam tahap administrasi, mulai dari penyusunan detail engineering design (DED), tender proyek hingga penyesuaian harga material akibat kenaikan harga BBM yang berdampak pada harga aspal.
Menurutnya, proses tender diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan. Jika tahapan berjalan lancar, pelaksanaan fisik kemungkinan dimulai Juni mendatang. “Seharusnya sudah lelang, tetapi ada penyesuaian harga karena kenaikan BBM. Mudah-mudahan Juni sudah bisa mulai dikerjakan,” katanya.
Adipta menyebut, panjang ruas jalan yang masuk paket penanganan tersebut mencapai sekitar 5 kilometer. Selain ruas di Cempaga dan jalur Dencarik-Asah Gobleg, jalan di Desa Tigawasa juga akan mendapat penanganan rutin berupa tambal sulam.
Di tengah kondisi fiskal yang cukup berat tahun ini, Pemkab Buleleng tetap memprioritaskan penanganan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan berat. Selain anggaran Rp10 miliar untuk paket Dencarik-Asah Gobleg, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk penanganan ruas jalan di Lemukih.
“Hampir di semua wilayah ada perbaikan. Yang paling parah diprioritaskan,” tegasnya.
Sebagian besar pendanaan perbaikan jalan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali yang nilainya mencapai sekitar Rp70 miliar, ditambah dukungan APBD Kabupaten Buleleng. (Yudha/balipost)










