Tribun penonton dipenuhi pengunjung yang menyaksikan pementasan Peed Aya Pembukaan PKB XLVII Tahun 2025, di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (21/6). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 dipastikan tampil lebih semarak dengan melibatkan puluhan ribu seniman, ratusan sanggar seni, hingga partisipasi internasional.

Dalam Rapat Pleno PKB XLVIII Tahun 2026 di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5), Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, memaparkan secara rinci rangkaian agenda, konsep, hingga inovasi penyelenggaraan pesta seni budaya terbesar di Bali tersebut.

Alit Suryana menjelaskan, Peed Aya atau pawai akan dilaksanakan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon. Rute pawai dimulai dari pertigaan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Kusuma Atmaja, melintas di depan monumen, lalu bergerak ke arah utara hingga finis di depan panggung utama.

Menurutnya, konsep penonton tahun ini diatur lebih merata agar tidak menumpuk di depan panggung kehormatan. Karena itu, pihak panitia menyebarnya dengan menyiapkan titik menonton di sisi barat kawasan Renon yang disertai suguhan kesenian.

“Peed Aya atau pawai ini memang dirancang agar massa penonton tidak terkonsentrasi di satu titik. Kami juga menyiapkan sajian kesenian di sisi barat agar suasana lebih merata,” ujarnya.

PKB XLVIII tahun ini mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna)” dengan berbagai materi kegiatan mulai dari peed aya atau pawai, rekasadana (pergelaran), utsawa atau parade, wimbakara/lomba, widyatula, lokakarya, pameran, Jantra Tradisi Bali, hingga Bali World Culture Celebration (BWCC).

Baca juga:  Kemacetan di Jalan Menuju Depo Sampah Dikeluhkan Warga, Kapolsek Denbar ke DLHK

Selain pawai, pergelaran menjadi salah satu agenda utama PKB. Pergelaran ini diharapkan mampu mengimplementasikan tema “Atma Kerthi” sekaligus menjadi upaya pelestarian seni tradisi Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO maupun WBTB Indonesia.

Tahun ini, Rekasadana diikuti 13 peserta luar Bali yang lolos kurasi tim kurator. Peserta berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah.

Pemprov Bali juga mengalokasikan pembiayaan bagi sejumlah sanggar seni. Untuk kategori tertentu, bantuan mencapai Rp198 juta per pertunjukan, sementara kategori lain memperoleh Rp98 juta dan Rp31 juta per gelaran. Taman Budaya Provinsi Bali juga mendapat dukungan dana alokasi khusus untuk pembinaan seni anak-anak yang nantinya turut tampil di PKB.

Pada materi Utsawa atau parade, PKB tahun ini menghadirkan 12 kategori. Antara lain, Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-anak, Arja, Janger Remaja, Baleganjur, Wayang Kulit, Joged Bumbung, Ngelawang, Drama Gong, hingga Angklung Kebyar. “Sebagian besar diikuti seluruh kabupaten/kota se-Bali. Ini menunjukkan antusiasme daerah sangat tinggi,” kata Alit Suryana.

Baca juga:  Wanita Asal Bandung Dirampok Lalu Diperkosa

Sementara pada Wimbakara atau lomba, terdapat delapan kategori yang diperlombakan, seperti Baleganjur Remaja, Tari Barong Ket, Gender Wayang Anak-anak, Taman Penasar, Mesatua Bali, lomba mewarnai, seni lukis wayang klasik Bali, hingga karya tulis berita kisah untuk wartawan.

PKB juga menghadirkan Widyatula dan Sarasehan yang melibatkan perguruan tinggi, budayawan, seniman, serta lembaga kebudayaan seperti Majelis Kebudayaan Bali dan Majelis Desa Adat.

Pada sektor pameran, PKB menghadirkan pameran seni rupa, IKM Bali Bangkit, dan kuliner tradisional khas Bali. Pameran seni rupa dipusatkan di Gedung Kriya Art Center serta sejumlah ruang seni lainnya dengan melibatkan perupa lintas generasi.

Tak hanya itu, BWCC atau Bali World Culture Celebration kembali digelar sebagai ajang pertukaran budaya dunia. Tahun ini diikuti 10 peserta internasional dari Timor Leste, Hongkong, India, Korea Selatan, Jepang, China, hingga kelompok seni diaspora Bali di New York.

“BWCC menjadi salah satu upaya memperkuat posisi PKB sebagai perayaan budaya dunia di Bali,” jelasnya.

Baca juga:  Puluhan Pelaku Narkoba Ditangkap, Termasuk Wanita Residivis

PKB juga menghadirkan Jantra Tradisi Bali yang fokus pada pelestarian permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, hingga pengobatan tradisional.

Pada PKB 2026, Pemprov Bali juga memberikan penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 penerima yang dinilai berjasa dalam penguatan dan pemajuan seni tradisional Bali.

Di sisi lain, panitia melakukan sejumlah inovasi penyelenggaraan. Di antaranya, pembayaran seniman langsung setelah pementasan selesai, penggunaan sistem konsumsi nonpaket untuk mengurangi sampah, pengelolaan kebersihan bersama DLHK, pengelolaan parkir seniman dengan sistem stiker kendaraan, hingga pelibatan tim kesehatan dan profesional event support di setiap lokasi.

Dari sisi partisipasi, jumlah seniman dan kelompok seni mengalami lonjakan signifikan. Untuk pawai saja diperkirakan melibatkan 3.430 seniman. Rekasadana diikuti sekitar 6.300 seniman, sedangkan Utsawa Parade melibatkan 7.835 seniman.

Secara keseluruhan, PKB XLVIII Tahun 2026 melibatkan 673 sekaa dan yayasan seni dengan total sekitar 20.929 seniman. Jumlah tersebut meningkat dibanding PKB 2025 yang mencatat 562 sekaa dan 14.229 seniman.

“Partisipasi tahun ini meningkat tajam. Ini menunjukkan semangat masyarakat Bali dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya tetap luar biasa,” tegas Alit Suryana. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN