Malika Jiwaji memberikan keterangan terkait Merdeka Run 2026. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kegiatan lari dengan menempuh jarak 5,3 kilometer dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia (RI) kembali digelar pada 16 Agustus 2026.

Memasuki tahun ketiganya, kegiatan lari ini merangkul kaum inklusi dengan melibatkan penyandang disabilitas.

Menurut pencetus kegiatan Merdeka Run, Malika Jiwaji, awalnya ia berupaya membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan staf perusahaannya pada saat pandemi yang sangat membatasi kontak fisik.

Malika menuturkan saat pandemi COVID-19, ia dan stafnya sangat dibatasi untuk bertemu. Aturan ketat saat pandemi ini kemudian memunculkan ide untuk bertemu secara sehat lewat olahraga. “Awalnya sih memang karena COVID. COVID, kita sebelumnya mungkin kita lebih tidak memperhatikan kesehatan. Titik baliknya adalah COVID, jadi saat itu kita mulai jalan bareng, nggak bisa ketemu di kantor, kita perginya ke pantai, jalan bareng. Mulai bareng ke komunitas, supaya bisa ketemu aja gitu,” jelas CEO Cellular World ini.

Baca juga:  Polisi "Perut Buncit" Dipaksa Turunkan Berat Badan

Kegiatan lari ini pun dinilai cukup efektif untuk membantu stafnya hidup lebih sehat. Seperti diakui Ni Wayan Yuliani. Perempuan yang memiliki sesak napas ini awalnya mengaku terpaksa ikut dalam kegiatan lari yang digagas Malika.

Seiring berjalannya waktu, ia merasa lebih sehat dan sesak napasnya jarang kambuh. Saat ini pun, COO Cellular World ini masih rutin berlari, bahkan sudah mampu menempuh 21 kilometer, karena merasakan manfaatnya.

Baca juga:  Perkemi Gianyar Jaring Atlet Bepretasi

Karena ingin lebih serius dan mengajak lebih banyak lagi komunitas dan keluarga untuk hidup sehat dengan berlari, Malika kemudian membuat Merdeka Run sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan pada 2024.

“Kita sebagai pekerja, dan mengajak keluarga kita, mengajak supplier-supplier yang selalu men-support, teman-teman dan juga kalangan masyarakat gitu. Jadi kita buatlah namanya Cellular World Merdeka Run ini. Di sana mulai setiap hari, setiap minggu kita ada lari bareng ya  Kita sewa coach, jadi akhirnya kita sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya,” ungkap Malika

Tak disangka, peminatnya cukup banyak sehingga digelar kembali pada 2025 dan berlanjut pada tahun ini. “Kami batasi pesertanya 600 orang saja untuk tahun ini. Fokusnya lebih pada keluarga dan inklusi,” ujarnya.

Baca juga:  Gudang Furniture Terbakar, Kerugian Setengah Miliar Rupiah

Untuk jarak tempuhnya, kegiatan lari ini hanya punya satu kategori, yakni 5,3 kilometer. Rutenya di seputaran Jl. Teuku Umar.

Di tahun ini, ia pun menghadirkan sesuatu yang baru, yakni melibatkan teman disabilitas. “Kami ingin event lari ini memberikan dampak pada masyarakat, sehingga tahun ini melibatkan penyandang disabilitas dari Yayasan Lima Nada,” kata Malika.

Kegiatan lari ini juga tidak bersifat lomba karena berupaya menggaungkan hidup sehat dan menciptakan kebersamaan dengan keluarga. Malika juga mengatakan di tahun ketiganya, Merdeka Run didukung oleh Samsung dan Indodana. Bahkan Samsung menyediakan total hadiah Rp100 juta. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN