
BANGLI, BALIPOST.com – Rumah Jabatan (RJ) Bupati Bangli dengan mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali, Sikut Satak akan segera dibangun. Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp30 miliar itu telah melewati proses tender dan kini tinggal penetapan pelaksana.
“Sudah tayang (tender) dan sudah ada pemenang di sistem. Nanti tinggal pemeriksaan dokumen oleh tim. Kalau dokumennya lengkap tinggal nanti penetapan pemenang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Bangli, Dewa Agung Suryadarma, saat dikonfirmasi Kamis (7/5).
Meski sistem telah memunculkan pemenang, Agung Suryadarma menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui identitas perusahaan kontraktor tersebut maupun nilai penawaran pastinya.
“Anggarannya Rp30 miliar, tapi penawarannya belum kita tahu karena akan dibuka bersama seluruh tim. Di sistem hanya muncul kode saja, jadi belum tahu atas nama kontraktor apa,” imbuhnya.
Pembangunan rumah jabatan yang dananya bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini dipastikan akan diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Rumah jabatan tersebut nantinya terdiri dari beberapa gedung dalam satu kawasan. Agung Suryadarma menargetkan pengerjaan fisik dilakukan secepatnya.
Sebagaimana yang diketahui Pemerintah Kabupaten Bangli merencanakan pembangunan ulang rumah jabatan Bupati Bangli. Fasilitas yang akan dibangun di atas lahan seluas 50 are itu akan mengusung konsep arsitektur tradisional Hindu Bali, Sikut Satak. Desainnya akan mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli, lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya.
Untuk mematangkan rencana pembangunan fasilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Bupati Januari lalu. FGD tersebut menghadirkan tokoh puri Bangli, Ketua MDA Bangli, Seniman ukir kayu dan paras, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghargai dan melestarikan budaya Bali. Inisiatif pembangunan rumah jabatan dengan konsep sikut satak ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal.
“Dengan menggunakan Sikut Satak, kami ingin rumah jabatan ini menjadi contoh bagi pembangunan lainnya di Bangli, sekaligus menjadi warisan budaya untuk generasi mendatang,” ujarnya dalam FGD tersebut.
Sementara itu sebagai tahap awal pembangunan pembangunan rumah jabatan yang baru, Pemkab telah membongkar bangunan lama. Pembongkaran mencakup bangunan utama hingga deretan rumah dinas pejabat OPD di bagian belakang yang sudah lama tidak termanfaatkan. (Dayu Swasrina/balipost)









