
BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 22 subak di Kabupaten Bangli mendapat alokasi bantuan untuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier tahun ini. Program yang bersumber dari bantuan pusat tersebut menyasar perbaikan saluran irigasi yang mengalami kerusakan di tiga kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengungkapkan bahwa dari total 22 kelompok yang dialokasikan mendapat bantuan, saat ini bantuan untuk 10 kelompok subak sudah cair. Sementara sisanya masih dalam proses.
Masing-masing kelompok menerima nilai bantuan yang sama, yakni Rp100 juta. Dengan demikian total anggaran untuk 22 subak ini mencapai Rp2,2 miliar. “Pengerjaannya oleh subak secara swakelola,” jelasnya.
Sarma mengatakan bahwa proyek pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan usulan. Kondisi saluran irigasi yang mendapat bantuan rata-rata mengalami kerusakan berupa kebocoran, sehingga mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.
“Disamping ke kementerian, kami juga mengusulkan 20 paket bantuan perbaikan ke BWS (Balai Wilayah Sungai Bali Penida),” ujarnya seraya mengatakan tahun ini, Pemkab Bangli tidak mengalokasikan anggaran APBD untuk perbaikan irigasi tersier. (Dayu Swasrina/balipost)










