Salah seorang pedagang rujak di kawasan Penatih, Denpasar. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Harga plastik belakangan ini terus mengalami kenaikan. Lonjakan harga hampir 100 persen. Hal ini tentu membuat pedagang yang masih menggunakan kemasan plastik kebingungan yang modal penjualan mengalami kenaikan. Beberapa siasat mulai dilakukan untuk menekan cost.

Salah seorang pedagang rujak di kawasan Penatih, Denpasar, Agung Bayu mengatakan, kemasan plastik seperti cup tempat bumbu rujak, botol hingga gelas plastik masih digunakan di warungnya.

Baca juga:  Astra Motor Bali Hadirkan All New Honda Scoopy Secara Virtual

Demikian diakuinya, harga plastik terus mengalami kenaikan. Seperti cup plastik 300 ml yang digunakan khusus kemasan bumbu rujak, harga sebelumnya satu box dengan isian 20 lonjor Rp258.000. Saat ini harga cup tersebut telah mencapai Rp485.000 per box.

“Naik terus, setiap beli plastik ada saja yang naik. Padahal untuk jualan rujak sangat bergantung dengan plastik,” katanya, saat diwawancarai, Rabu (29/4).

Dengan kondisi tersebut, dirinya sebenarnya berencana menaikkan harga. Namun belum bisa begitu saja dia lakukan dengan mempertimbangkan pendapat pelanggan. Saat ini, ia mengurangi bumbu rujak dalam setiap kemasan nampan yang dijual. Biasa dalam satu nampan rujaknya diberikan dua bumbu, saat ini dikurangi menjadi hanya satu bumbu.

Baca juga:  Kisruh Revitalisasi Pasar Umum Gianyar, Pemkab Tutup Celah Mediasi Bagi Pedagang Dan Desa Adat

Selain itu, ia juga berencana tidak lagi memberikan kantong plastik alias kresek. “Kalau pengurangan jumlah bumbu sudah. Sekarang rencananya tidak lagi menyediakan kresek,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh penjual jamu keliling di kawasan Sanur, Sugino. Dia yang kerap menjual jamunya dengan kemasan botol plastik kebingungan dengan kenaikan harga kemasan yang terjadi. Saat ini diakuinya harga masih jual jamu masih sama seperti sebelumnya.

Baca juga:  Beredar Isu Pembangunan Bandara Bali Utara Sudah Tetapkan Lokasi, Ini Kata Kadishub Bali

“Banyak yang beli botolan. Sementara harga belum bisa dinaikin. Semoga harga plastik segera turun,” ujarnya. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN