Pengelolaan sampah di DTW Tanah Lot. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Di tengah sorotan isu sampah yang membayangi citra pariwisata Bali, Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah. Pengelola melibatkan pedagang, masyarakat Desa Beraban, dan pemerintah daerah dalam skema kolaborasi untuk memastikan kawasan wisata ikonik ini tetap bersih dan lestari.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot mengatakan, penguatan sistem pengelolaan sampah terus dibahas dalam rapat badan pengelola, termasuk lokasi akhir pengolahan dan sinergi pengangkutan dengan Pemkab Tabanan. “Harapannya, sistem yang sudah berjalan semakin kuat dan memberi dampak nyata bagi kebersihan kawasan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4).

Baca juga:  Satu Dekade, 2.200 Ton Kemasan Tetra Pak Dikumpulkan EcoBali Recycling

Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjaga wajah pariwisata Bali, sekaligus menekan volume sampah melalui pemilahan sejak dari sumber. Sampah organik, anorganik, dan residu dipisahkan sebelum diangkut maupun diolah lebih lanjut di fasilitas pengelolaan Desa Beraban.

Pengelolaan dilakukan melalui sinergi tiga pihak yakni manajemen DTW Tanah Lot, Pemkab Tabanan, dan pengelola sampah Desa Beraban. Pemerintah daerah tetap berperan dalam pengangkutan, sementara sisa sampah yang belum terangkut ditangani di TPST Desa Beraban.

Baca juga:  Sejam, Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Dibuka untuk Uji Coba

Desa Beraban sendiri selama ini dikenal memiliki sistem pengelolaan mandiri yang inovatif, termasuk mengolah sampah menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan kawasan wisata, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN