Tim melakulan penelusuran mencari anjing yang menggigit belasan warga Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Belasan warga di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, menjadi korban gigitan anjing liar yang mengamuk di sejumlah titik permukiman. Hingga kini, petugas bersama warga masih memburu dan dilakukan pencarian terhadap anjing tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/4) malam.

Berdasarkan data sementara, total korban mencapai 18 orang, termasuk dua anak-anak berusia 10 tahun dan 5 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis berupa vaksin anti rabies (VAR) di sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca juga:  Ini Penuturan Warga Tentang Asap Letusan Gunung Agung 

“Semua korban sudah divaksin anti rabies. Tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/4).

Ia menjelaskan, sebagian besar korban mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan. Para korban telah ditangani di Puskesmas Buleleng 1, Puskesmas Buleleng 3, serta RSU Giri Emas.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengungkapkan kejadian tersebut awalnya diketahui dari unggahan warga di media sosial. Pihak kelurahan kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan. “Kami lakukan cross check, ternyata kejadia terjadi pada kamis sekitar pukul 20.00 WITA,” katanya.

Baca juga:  Kejari Jembrana Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Anjing yang diduga menggigit warga dilaporkan berkeliaran di beberapa lokasi, di antaranya kawasan Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga area permukiman warga.

Menurut Mahendra, anjing tersebut diduga merupakan anjing campuran berukuran kecil hingga sedang, berwarna krem, dan memiliki ekor pendek. Hingga saat ini, keberadaan hewan tersebut masih belum diketahui.

“Sejak pagi kami sudah melakukan penelusuran, namun belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan hingga sore dan malam hari bersama warga,” tambahnya. (Yudha/balipost)

Baca juga:  Ditolak Warga, Penginapan di Goa Lawah Ditutup

 

BAGIKAN