Truk antre masuk ke TPA Suwung pada hari pertama kembali dibuka untuk sampah organik, Jumat (17/4). (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aktivitas pembuangan sampah di TPA Suwung kembali membludak pada hari pertama dibukanya akses untuk sampah organik pascaprotes yang dilakukan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB). Ratusan truk pengangkut langsung menyerbu lokasi untuk membuang sampah yang telah lama menumpuk di berbagai titik, Jumat (17/4).

Ketua Forkom SSB, I Wayan Suarta, mengungkapkan lonjakan volume sampah organik ini dipicu oleh tertahannya distribusi sejak Maret lalu. Kondisi tersebut membuat banyak armada pengangkut menahan muatan dalam waktu cukup lama.

“Teman-teman pengangkut sampah itu truknya sudah penuh, terutama sampah tercampur. Kemarin (saat aksi damai,red)kita minta agar bisa langsung dibuang hari itu juga, tapi karena belum siap dari dinas, akhirnya diundur ke hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Baca juga:  Jika Kasus COVID-19 Baru Terus Bertambah, Gubernur Koster Khawatir Pusat akan Lakukan Ini

Ia menyebutkan, jumlah truk yang masuk pada hari pertama diperkirakan mencapai lebih dari 500 unit. Dengan rata-rata muatan sekitar 3 ton per truk. Sehingga, total volume sampah yang dibuang diperkirakan menembus angka 1.500 ton.

“Bisa lebih dari 500 truk, karena banyak sampah lama yang belum terangkut. Itu dari gudang pengangkut, rumah tangga, hingga sektor usaha,” ungkapnya.

Pembuangan sampah dilakukan dalam rentang waktu yang telah disepakati, yakni pukul 08.00 hingga 20.00 WITA. Sejak pagi, antrean truk terlihat mengular di area masuk TPA, menandakan tingginya tekanan akibat akumulasi sampah yang belum terkelola. “Situasi cukup padat, karena semua ingin segera buang sampah yang sudah lama tersimpan,” tambah Suarta.

Baca juga:  Bus Metro Dewata Segera Masuk Ubud, Ini Reaksi Organda Gianyar

Untuk sementara, pada hari pertama ini sampah masih diperbolehkan dibuang dalam kondisi tercampur maupun terpilah sebagai bentuk toleransi terhadap kondisi darurat. Namun mulai pekan depan, sistem pembuangan akan kembali diberlakukan secara ketat dengan pola pemilahan.

Sampah hanya akan diterima pada hari-hari tertentu, yakni dua kali dalam sepekan dengan jadwal yang telah ditetapkan, yaitu hari Selasa dan Jumat. Masyarakat serta pengangkut diwajibkan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sebelum dibuang ke TPA.

Baca juga:  Kebakaran di Batubulan Kangin, Dapur dan Motor Ludes

“Kita bersyukur masih diberikan ruang hari ini untuk buang sampah, termasuk yang masih tercampur. Tapi minggu depan sudah kembali normal, harus terpilah,” tegasnya.

Lonjakan hingga ribuan ton sampah di hari pertama ini menjadi cerminan besarnya tantangan pengelolaan sampah di Bali. Ketika sistem terganggu, dampaknya langsung terasa dalam bentuk penumpukan masif yang sulit dikendalikan. Pemerintah pun diharapkan mempercepat penguatan infrastruktur, tata kelola, serta koordinasi lintas sektor agar persoalan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN