Suasana Gerokgak Festival pada Jumat (10/4) malam. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Setelah vakum selama bertahun-tahun, festival kecamatan di Kabupaten Buleleng akhirnya kembali digelar dan menjadi wadah kebangkitan seni dan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Kebangkitan ini ditandai dengan pelaksanaan Gerokgak Festival yang berlangsung di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, pada Jumat (10/4).

Festival ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa yang akan digelar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Buleleng. Kehadirannya langsung disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan ajang tersebut kembali hadir.

Selain pertunjukan seni dan budaya, deretan stan UMKM yang menawarkan berbagai produk lokal turut meramaikan suasana. Keberadaan pelaku usaha ini tidak hanya menjadi daya tarik pengunjung, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga:  Dari Wanita Nekat Lompat dari Lantai 4 hingga Pencuri Asal NTT Diringkus

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan bahwa festival ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah menunggu cukup lama. Ia menyebutkan, tingginya partisipasi masyarakat pada pelaksanaan perdana ini menjadi bukti bahwa festival tersebut memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Festival ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat, bahkan hampir selama tujuh tahun. Karena itu, kita kembali menghadirkannya tahun ini. Antusiasme masyarakat pada pembukaan hari ini juga terlihat luar biasa,” ujarnya.

Baca juga:  Vakum 2 Tahun, Piala Kapolda Digelar Kembali

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa festival kecamatan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi dan pelestarian budaya lokal. Setiap kecamatan diberikan kesempatan untuk menampilkan kekhasan seni, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki.

“Festival kecamatan seperti yang kita laksanakan malam ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan semata, tetapi merupakan wujud nyata semangat kebersamaan, gotong royong, serta upaya menggali dan mempromosikan potensi daerah,” tambahnya.

Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam festival ini juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha lokal yang terus berkembang.

Baca juga:  Golose dan Tim Sabet Juara Umum I Asean Shooting Competition 2018

“Harapannya, setiap festival dapat menampilkan beragam seni, tradisi, adat, dan budaya dari masing-masing kecamatan. Selain itu, kehadiran UMKM yang sangat variatif seperti yang kita lihat saat ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian,” jelasnya.

Kecamatan Gerokgak dinilai memiliki potensi besar yang patut dikembangkan, baik dari sisi budaya maupun ekonomi kreatif. Melalui Gerokgak Festival, potensi tersebut diangkat dan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

“Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa Gerokgak memiliki identitas dan daya tarik yang mampu bersaing serta menjadi kebanggaan bersama,” ungkapnya. (Yudha/balipost)

BAGIKAN